Jakarta, TopBusiness—Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Perindustrian RI (Kemenperin) Dody Widodo menjelaskan bahwa Indonesia sebenarnya sudah mengurangi nilai impor. Itu dari angka Rp1.677 triliun di tahun 2019 menjadi Rp1.427 triliun di 2020.
“Namun penurunan ini belum cukup karena nilai penggunaan barang impor masih cukup tinggi,” ungkapnya secara tertulis pagi ini.
Program P3DN (Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri merupakan salah satu langkah strategis untuk memperkuat industri dalam negeri, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Kemenperin terus aktif menjalin sinergi dengan para stakeholder untuk mendukung program itu, melalui sinergi berbagai pihak. Program P3DN bisa berkontribusi besar terhadap peningkatan produktivitas serta daya saing industri manufaktur nasional.
Di tahun 2022, Kemenperin kembali melakukan Sosialiasi Program P3DN untuk mencapai kesepahaman dengan para stakeholder serta mendorong optimalisasi peningkatan penggunaan produk dalam negeri pada berbagai pengadaan barang/jasa.
Salah satu kelompok stakeholder yang mendapatkan sosialisasi Program P3DN adalah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah, baik Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kota dan Kabupaten serta para pelaku industri dalam negeri.
“Kemenperin mendorong pemerintah daerah untuk menerapkan Program P3DN guna mendukung perekonomian di daerah,” ujar Dody Widodo.
