Jakarta, TopBusiness – PT Astra International Tbk memiliki gerak tanggung-jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) dengan berdasarkan pada filosofi perusahaan yakni catur dharma, terutama poin menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.
“Kami punya filosofi Catur Dharma ada 4 hal, tapi biasanya yang melandasi CSR adalah catur dharma yang pertama, yaitu menjadi aset yang bermanfaat bagi bangsa dan negara,” kata Triyanto selaku Head of Departement Social Engagement Astra International, dalam presentasi penjurian dihadapan Dewan Juri TOP GRC Awards 2022, yang berlangsung secara daring melalui aplikasi zoom meeting, di Jakarta, Jumat (18/02/2022).
Perusahaan memiliki filosofi, pertama menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. Kedua, memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Ketiga, menghargai individu dan membina kerjasama dan terakhir, senantiasa berusaha mencapai yang terbaik.
Dengan filosofi yang dibarengi dengan sistem manajemen Astra adalah sebagai landasan dalam membentuk strategi besar keberlangsungan Astra. Setelah landasan ada beberapa pilar. Pilar pertama, peta jalan portfolio yang menyangkut struktur bisnis yang didalamnya mempertahankan bisnis saat ini dan membangun bisnis baru. Pilar kedua, people roadmap, dan ketiga, social contribution roadmap.
Setelah tiga pilar tersebut, maka tujuannya adalah menciptakan pride of the Nation di tahun 2030. ”Ini strategi kita, kita di tahun 2030 ingin menjadi pride of the Nation, yang sudah pasti dilandasi oleh filosofi catur dharma dan Astra management system sebagai sistem CSR. Kami memiliki tiga strategi utama yaitu portfolio roadmap. Ini yang terkait dengan bisnis, bagaimana kita mencapai kemajuan bisnis, kemudian people roadmap terkait terhadap bangsa dan negara ini, dengan pengembangan sumber daya manusia di tempat kita. Dan ketiga adalah public contributon roadmap, yang terkait dengan bagaimana Astra bisa berkontribusi termasuk dalam empat bidang tadi yaitu Astra Sehat, Astra Cerdas da Astra Hijau dan Astra Kreatif. Ini yang kemudian menjadi salah satu grand strategy untuk mencapai kebanggaan bangsa di tahun 2030,” paparnya.
Dijelaskan Triyanto soal social contribution roadmap guna mendukung program CSR. “Kami secara social contribution membaginya menjadi empat bidang, yakni Astra Sehat untuk kesehatan, Astra Kreatif untuk kewirausahaan, Astra Cerdas untuk pendidikan dan Astra Hijau untuk environment (lingkungan),” kata dia.
Tak terkecuali, grup Astra juga memberikan apresiasi terhadap pihak-pihak yang memperlihatkan kepeduliannya, dan contoh realisasi konkret CSR perusahaan. “Kami juga punya program Satu Indonesia Awards untuk penghargaan anak-anak muda yang berkontribusi sosial terhadap masyarakat dan Kampung Berseri Astra dan Desa Sejahtera Astra. Jadi satu program yang menggabungkan. Kalau Kampung Berseri Astra menggabungkan empat bidang itu dalam satu kampung. Untuk Desa Sejahtera adalah program pemberdayaan ekonomi wilayah yang punya potensi, itu kita kembangkan menjadi satu, khususnya di daerah-daerah pedesaan menjadi satu desa yang produktif,” ungkap dia.
Dalam mengimplementasikan program-program CSR, grup Astra pun mengintegrasikan seluruh elemen internalnya. “Nah dalam pelaksanaan program CSR kami di korporat ini, selain dibantu oleh masing-masing perusahaan, kami juga dibantu oleh sembilan yayasan di bawah grup Astra. Sebagian besar memang bergerak di bidang pendidikan, tapi ada juga yayasan yang bergerak di bidang pembinaan ekonomi kecil dan menengah khususnya yaitu Yayasan Dharma Bhakti Astra,” papar dia.
Menurut Triyanto, pihaknya juga mempunyai satu Politeknik manufaktur yang sekarang sudah berpindah ke daerah Cikarang, dulunya di Sunter yaitu Politeknik Astra yang setiap tahun menerima murid dan sebagian besar merupakan program beasiswa.
