Jakarta, TopBusiness—Saat berlangsungnya dampak Covid-19, Bank Sumut punya program CSR unggulan. Dan salah satu CSR unggulan tersebut berbentuk dukungan pengembangan pariwisata atau pun desa wisata.
Hal tersebut dijelaskan oleh Pemimpin CSR Bank Sumut, Abdul Hamid, hari ini dalam presentasi virtual untuk Dewan Juri Top CSR Awards 2022 yang digelar Majalah TopBusiness bersama sejumlah lembaga.
Ia kemudian memberi beberapa contoh tersebut. Di tahun 2021, Bank Sumut menyalurkan dana CSR untuk pembangunan ‘selfie area’ di destinasi wisata Samago-mago di Tapanuli Selatan. Fasilitas tersebut menambah daya tarik destinasi wisata tersebut.
Contoh berikutnya, CSR Bank Sumut pada tahun 2021 membiayai pembangunan pagar di destinasi wisata Penatapan Sileme-leme di Humbang Hasundutan, yang dikelola oleh Bumdes (Badan Usaha Milik Desa). Destinasi wisata tersebut memungkinkan wisatawan menikmati pemandangan Danau Toba.
“Selama ini, tidak ada pagar dalam menikmati view Danau Toba. Sehingga ada risiko bagi wisatawan,” Abdul Hamid menjelaskan.
Sebelumnya, pada tahun 2020, CSR Bank Sumut pun membiayai pembuatan satu panggung seni pertunjukan di destinasi wisata Paloh Naga, Deli Serdang. Kehadiran panggung tersebut memungkinkan adanya pertunjukan tarian tradisional yang menyertakan pemuda-pemudi setempat.
“Dengan panggung tersebut,” Abdul Hamid menambahkan, “berarti Bank Sumut ikut melestarikan budaya lokal.”
ISO 26000SR
Di presentasi tersebut, Abdul Hamid juga menjelaskan adopsi CSR Bank Sumut ke ISO 26000SR. Satu contoh hal tersebut yakni program pelatihan kewirausahaan dan bantuan alat usaha untuk UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah).
“Program ini melibatkan dan mengembangkan masyarakat. Juga, menaikkan kemampuan pelaku UMKM serta menaikkan kualitas kapasitas produksi mereka,” papar Abdul Hamid lebih lanjut.
Tentang tata kelola CSR, ia menjelaskan bahwa pihaknya punya sistem perencanaan, sistem pelaksanaan, sistem monitor, sistem pelaporan, dan sistem evaluasi.
Dalam hal sistem evaluasi, ada pelaporan hasil program CSR ke direksi. Kemudian, laporan CSR tersebut dipertanggungjawabkan direksi pada RUPS (rapat umum pemegang saham).
