Jakarta, TopBusiness – PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (BPD Kaltim Kaltara) atau Bank Kaltimtara dalam mengembangkan program Corporate Social Responsibility (CSR) terus berupaya untuk turut mencerdasakan dan menyejahterakan kehidupan masyarakat sekitar, sekaligus bisa menggenjot bisnis perusahaan.
Pasalnya, beberapa program CSR yang diusung perseroan ternyata bisa menghasilkan dampak positif terhadap perusahaan. Maka dari itu, boleh dibilang program-program CSR-nya meski terkesan ‘biasa’, namun jika didalami ternyata begitu kreatif dan inovatif. Seperti program pengembangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan program beasiswa, ternyata pada akhirnya lewat program ini bisa menggenjot literasi keuangan dan dapat menambah jumlah nasabah, terutama memupuk Dana Pihak Ketiga (DPK) bank daerah tersebut.
Demikian seperti paparan yang disampaikan Kenda Satya selaku Pjs. Pemimpin Departemen Hubungan Korporasi Bank Kaltimtara dalam proses penjurian Top CSR Awards 2022 yang digelar Majalah TopBusiness, secara virtual, Selasa (22/2/2022).
Kenda yang saat itu didampingi Dale Amazone selaku Officer Hubungan Korporasi dan Monica Helend sebagai Pelaksana Administrasi Hubungan Korporasi itu membeberkan kreatifnya program CSR Bank Kaltimtara ini.
Dan sederet program itu memang sejalan dengan Visi-Misi Bank Kaltimtara. Dengan Visi ‘Menjadi the true regional champion yang kuat, kompetitif dan kontributif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkualitas dan berkelanjutan.
Dengan Misi adalah, pertama, membangun bisnis dan layanan perbankan yang berorientasi solusi dan berbasis teknologi; kedua, menjadi pendukung utama program pembangunan ekonomi dan menopang pemberdayaan perekonomian rakyat; ketiga, membudayakan filosofi kerja yang berorientasi pada prestasi.
Keempat, memperkuat ketahanan kelembagaan melalui pelaksanaan kepatuhan dan manajemen risiko yang berkualitas; kelima, mendorong penerapan prinsip keuangan berkelanjutan dalam aktivitas dan bisnis bank; dan keenam, meningkatkan kepedulian sosial bagi komunitas dan lingkungan sekitar.
“Dalam menjalankan program CSR kami, salah satunya beberapa kali kolaborasi dengan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) untuk peningkatan literasi keuangan. Seperti, di beberapa kabupaten memiliki 10 destinasi wisata, salah satunya di Kabupaten Berau. Kita bina UMKM di tempat wisata itu, sekaligus juga kita ajak pelaku usaha yang belum tahu produk dan jasa bank, kita perkuat literasinya,” beber Kenda.
“Setelah itu, kami rasakan mereka itu para pelaku usaha seperti umkm dan nelayana mulai paham soal perbankan, seperti cara buka rekening, termasuk transaksi perbankan melalui digital, bisa gunakan QRIS dan lainnya,” katanya singkat.
Saat ini, Bank Kaltimtara tersebar di seluruh wilayah Kaltim dan Kaltara dengan memiliki 17 kantor cabang dan 117 KCP dan kantor kas pembantu. Saat ini tinggal delapan kecamatan di Kaltara yang masih dalam tujuan untuk dimasuki Bank Kaltimtara.
“Di delapan kecamatan itu masih on progress, kebanyakan posisinya di Kaltara. Di Kaltim bahkan di calon IKN (Ibukota Negara) sudah ada kantor cabang kami. Sehingga kami sudah siap kalau ada IKN nantinya,” jelas Kenda.
Perkuat Literasi dan Digitalisasi
Menariknya program CSR dari Bank Kaltimtara ini memang secara langsung bisa mengerek transaksi digital di sana seiring meningkatnya literasi keuangan di Kaltim dan Kaltara. Apalagi dengan adanya program Agen Edukasi membuat tingkat literasi keuangan di sana juga meningkat. Dan akhirnya bisa menguntungkan Bank Kaltimtara.
“Program CSR di Agen Edukasi ini kami melakukan dua kegiatan edukasi dalam satu kemasan. Kegiatan pertama berupa sosialisasi edukasi kepada para Agen Edukasi. Selanjutnya, para Agen Edukasi ini akan menyampaikan kembali informasi yang mereka peroleh dari Sosialisasi kepada masyarakat di lokasi KKN (Kuliah Kerja Nyata) masing-masing,” terangnya.
Dengan program ini, keunggulannya bisa meningkatkan literasi keuangan masyarakat yang sejalan dengan program OJK itu. Juga bisa meningkatan brand awareness Bankaltimtara di seluruh wilayah Kaltim Kaltara, khususnya pada mahasiswa dan masyarakat di wilayah yang belum tersentuh fasilitas perbankan .
“Program ini dirasa terjadi peningkatan brand image Bank Kaltimtara, seterusnya dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat di wilayah pedesaan atau ‘Promosi tidak langsung’ yang berdampak pada peningkatan DPK,” katanya, bangga.
Seirama dengan program itu, program Beasiswa Prima Kaltimtara juga berdampak pada peningkatan literasi keuangan dan penggunaan digitalisasi Bank Kaltimtara. Program ini berupa pemberian bantuan dana pendidikan sekaligus peningkatan ketrampilan soft skill dari penerima beasiswa terpilih yang merupakan mahasiswa berprestasi Kaltim Kaltara.
Ini, kata dia, sebagai beasiswa ‘plus’ yang tidak hanya memberikan bantuan dana pendidikan kepada mahasiswa berprestasi, tetapi juga pembekalan dalam rangka pengembangan karakter, pemikiran kritis, serta pengembangan softskill.
“Sangat bermanfaat sebagai investasi reputasi Bankaltimtara dalam artian mengikat para generasi muda yang merupakan generasi penerus yang akan mempengaruhi kebijakan di masa yang akan datang. Bahkan juga dapat menambah jumlah nasabah Bankaltimtara secara langsung (penerima beasiswa) dan menghasilkan Agen-agen Reputasi yang dapat ‘menggerakkan’ opini positif yang berkembang di masyarakat serta melakukan blocking atas opini negatif yang mungkin timbul (dengan kekuatan word of mouth),” paparnya.
Untuk menyukseskan program ini, pihaknya menggandeng beberapa Perguruan Tinggi ternama di sana dan menjaring mahasiswa yang ikut program ini, bahkan tak hanya dari daerah setempat, tapi juga banyak dari daerah lain.
“Tapi yang penting, setelah mereka dapat beasiswa itu, ada target edukasi keuangan yang mereka capai. Mereka jadi paham lembaga keuangan, apa saja produknya, bagaiamna proses digitalisasi perbankan. Dan mereka akan turut memacu leterasi di masyarakat. Sehingga perusahaan itu mendapat keuntungan dari program ini.”
Apalagi memang, pihaknya itu disebut menjadi pioneer atau pelopor bagi lembaga keuangan yang bertransformasi digital di sana. “Sehingga semua transaksi harus cashless, bayar parkir bisa pakai QRIS. Dan semua lewat agen edukasi kami. Sehingga program CSR ini memang turut membantu transaksi digital ini,” katanya.
Pembinaan UMKM
Program unggulan lainnya adalah program pembinaan komunitas UMKM. Kata Kenda, kegiatan yang termasuk dalam kegiatan Bankaltimtara Bina Usaha ini bertujuan untuk mengakomodir perhatian Bank terhadap pelaku usaha khususnya UMKM dalam rangka peningkatan pengetahuan pelaku UMKM dari segi kebijakan, strategi, isu-isu terkini serta teknologi.
Program ini bisa menjadi wadah perkumpulan komunitas usaha maupun calon wirausaha dalam mengembangkan pengetahuan. Dan juga bermanfaat sebagai media dalam menjalin keterikatan yang kuat antara Perusahaan dan Pelaku Usaha yang akan berujung pada kerjasama bisnis
“Program ini bermanfaat bagi perusahaan karena adanya pembentukan image sebagai Bank yang sangat peduli pada UMKM, PT BPD Kaltim Kaltara membentuk sebuah special value dalam brand positioning untuk berkompetisi di industri perbankan baik lokal, regional maupun nasional. Bahkan banyak success story dari pembinaan ini, termasuk juga ada nasabah kami yang dari kecil sekarang sukses menjadi investor,” dia bercerita.
UMKM yang dia maksud adalah UMKM nelayan yang hasil melautnya setiap hari bisa mencapai ribuan ton ikan tongkol. Saat itu, UMKM ini berawal dari debitur binaan Bank Kaltimtara yang semula kecil sekarang sudah menjadi besar dan berhasil sebagai investor UMKM tersebut.
Pihak bank pun memberikan banyak pelatihan ke UMKM itu, mulai dari bagaimana membuat kemasan ikan yang bisa tahan lama, pembukuan yang lebih akuntabel sehingga mereka menjadi bankable, sampai saat ini mereka banyak mempekerjakan karyawan baru untuk bekerja di UMKM-nya itu.
“Jadi di sini ada simbiosis mutualisme. Sehingga program CSR ini menghasil success story dan saling menguntungkan. Sekarang kami mulai kumpulkan dari debitur kecil yang sudah menjadi investor. Dan banyak binaan kami yang sudah sukses. Jadi semua inline ke bisnis.”
Langkah pembinaan UMKM sendiri memang tak semua langsung disentuh oleh Bank Kaltimtara, melainkan bisa melalui dua BPR yang merupakan anak usaha di Bank tersebut. Dan dua BPR ini yang menjadi perpanjangan tangan perusahaan yang bersentuhan langsung dengan UMKM di kabupaten/kota itu.
“Saat ini, kami kelola ribuan UMKM, tak hanya kuliner ada juga hasil kerajinan. Dan kamipernah beri wadah dalam bentuk wisbel atau wisata belanja. Kami kerja sama denan Pemprov Kaltim untuk gelar expo UMKM di GOR yang pernah dipakai buat PON itu. Kita modifikasi menjadi center UMKM di Kaltim. Dan pengunjungnya bisa sampai 20 ribu sehari,” ungkap Kenda.
Lantas, apalagi program CSR Bank Kaltimtara lainnya? Masih banyak, Peduli Kasih Orang Tua, Civitas Cerdas, Bankaltimtara Intership Opportunity, Wisata Belanja Kaltimtara, Khitan Bersama Bankaltimtara, dan program CSR di masa pandemic seperti program vaksinasi Covid-19 dan program-program lainnya.
FOTO: TopBusiness
