Jakarta, TopBusiness – Grup Hero sebagai entitas bisnis retail modern papan atas dengan memliki beberapa brand retail modern, seperti: Hero Super Market, Guardian dan juga IKEA. Dalam proses bisnisnya retail modern ini telah menerapkan “sirkular ekonomi” dan juga menerapkan tata kelola kepedulian sosial perusahaan dalam bentuk CSR yang bertangung jawab serta berkelanjutan dalam membangun bisnis serta juga pula turut bersama-sama dengan masyarakat di lingkar operasionalnya.
Dalam rangka proses bisnis tersebut, Grup Hero memiliki guidance agar terfokus dalam Hero For Life; Hero untuk Pendidikan, Hero untuk lingkungan, hero untuk kesehatan, hero untuk masyarakat.
Kegiatan bisnis GrupHero telah melakukan Re-Cycling sampah sebanyak 40 ton yang diberdayakan untuk pakan ternak di lingkungan Taman Safari. Serta juga dalam membangun ketangguhan dan pemberdayaah Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM) di lingkar seluruh usaha grup dengan melakukan pembinaan sebanyak 500 UMKM dengan pembinaan mitra usaha, peningkatan kualitas, dan kemampuan pengolaan bisnis dan juga membangun UMKM dengan melek tekonlogi digital, dengan peningkatan E-Commerce. bersamaan dengan itu, melakukan penataan bisnisnya menuju E-Commerce, yang tentunya dengan pembinaan UMKM ini akan memberikan sinergi yang baik bagi grup usaha Hero pula.
Astrid dari Grup Hero menegaskan kepada Dewan Juri TOP CSR Awards 2022 yang diselenggarakan majalah Top Business. “Kami telah menerapkan sirkulasi ekonomi yang terukur dan juga kami membangun dan tumbuh bersama-sama dengan pelaku usaha, 500UMKM kami telah menjadi mitra yang saling bersinergi. Dan kami juga bekerjasama dengan beberapa Rukun Warga (RW) di seluruh wilayah operasional kami, dimana keterlibatan RW ini dalam rangka pengelolaan sampah, kami mengelola sampah, Re-Cycling untuk dimanfaatkan menjadi barang-barang yang berguna. Kami telah terapkan pembungkus Buble Kertas di seluruh gerai Hero grup”, tegas Astrid.
Lanjut Astrid, pada tahun 2022 ini, Grup Hero akan mempertajam dalam pembinaan UMKM yang sebanyak 500 pengusaha. “Kami akan tingkatkan pemberdayaan, agar para pelaku usaha yang tergabung UMKM ini bisa semakin kuat dalam situasi pandemi Covid -19 yang masih berkepanjangan. Tentunya akan ada beberapa program yang akan kami godok untuk bisa memberikan pembinaan kepada UMKM tersebut”, jelas Astrid.
Foto: Istimewa
