Jakarta, TopBusiness—Indonesia memiliki potensi yang besar untuk perkembangan start up. Indonesia sendiri telah menghasilkan 12 unicorn (startup dengan valuasi di atas $1 miliar) dari 47 unicorns dari seluruh Asia Tenggara sejauh ini.
“Dibanding dengan Malaysia dan Thailand yang baru saja memiliki unicorn di tahun 2021, Indonesia termasuk negara yang berkembang lebih cepat di dalam bisnis startup,” kata Direktur Pelaksana OCBC NISP Ventura, Darryl Ratulangi, kemarin malam ke wartawannya Majalah TopBusiness.
Dengan adanya Merah Putih Fund, yaitu inisiatif pemerintah untuk membantu pendanaan kepada start up yang berpotensi menjadi unicorn, kementerian BUMN Indonesia, bahkan memprediksikan munculnya 25 startup unicorn dalam beberapa tahun ke depan.
“Inisiatif ini sudah menyediakan sekitar $300 juta atau setara dengan Rp 4.3 triliun yang siap untuk diinvestasikan,” kata dia.
Beberapa start up di Indonesia merupakan beberapa bisnis yang berhasil mendisrupsi industri dan sampai saat ini tetap terus mengembangkan jumlah penggunanya. Sebagai contohnya start up yang bermunculan di bidang bisnis travel, sebelum adanya start up tersebut, mencari hotel adalah hal yang cukup sulit dilakukan dan seringkali membutuhkan bantuan travel agency agar dapat menemukan hotel yang sesuai.
Namun, sejak bermunculannya start up di bidang tersebut, pencarian hotel dapat dilakukan dalam genggaman tangan dari mana pun.
“Semua start up tersebut dapat mengembangkan bisnisnya melalui dana dari venture capital atau modal ventura,” Darryl menjelaskan.
