Jakarta, TopBusiness – PT BPR BKK Kota Pekalongan memiliki tagline “Kerja Keras dan Kerja Cerdas”. Itu dilakukan untuk menggali potensi sumber daya manusia atau SDM guna mengukir prestasi sesuai dengan keahlian masing-masing.
Saat sesi pendalaman materi presentasi berjudul Mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional Paska Pandemi Covid-19 dan Menuju Era digitalisasi BPR, Direktur Utama BPR BKK Kota Pekalongan, Rasito, memaparkan arti tagline “Kerja Keras dan Kerja Cerdas”.
Pengertian dalam tagline tersebut, tak lepas dari fungsi dari bank itu sendiri yaitu sebagai lembaga intermediasi. Bank sebagai institusi yang menyerap dana-dana pihak ketiga atau masyarakat setelah itu dikeluarkan dalam bentuk kredit atau pinjaman.
“Pengertian kerja keras. Nah kerja keras itu, berarti kita harus bekerja keras dan sebagaimana inti daripada perbankan itu adalah dana dan kredit. Dalam hal ini, bekerja keras untuk mendapatkan dana dari masyarakat sebanyak-banyaknya dan untuk mencari nasabah debitur kredit untuk diberikan sebagai pinjaman kredit untuk memperoleh laba sebanyak-banyaknya,” papar Rasito, dihadapan Dewan Juri TOP BUMD Awards 2022, yang berlangsung secara daring melalui aplikasi zoom meeting, di Jakarta, Kamis (10/03/2022).
Kemudian, Rasito yang didampingi Staf IT & Pelaporan Tri Hari Mukti, menjelaskan maksud kalimat “Kerja Cerdas”. “Juga dengan bekerja cerdas ini, kita harapkan masing-masing petugas di lapangan itu bisa pandai untuk menentukan sikap dalam menghadapi segala sesuatu di lapangan,” kata dia.
Lalu dirinya pun memberikan contoh bagaimana setiap pegawai mampu untuk memberikan penjelasan, namun setelah terjadi komitmen maka diserahkan ke masing-masing divisi. “Katakanlah di situ ada nasabah. Katakanlah bagian dana di lapangan ketemu masyarakat yang menanyakan tentang kredit. Nah itu, semua SDM kami tuntut untuk cerdas untuk bisa menerangkan apa itu kredit, walaupun dia di bagian dana. Tapi secara prosedural tetap masuk ke bagian kredit, survei dan analisis dan sebagainya, itu masuk ke bagian masing-masing,” jelas dia.
Kembali dia menegaskan, manajemen sangat berharap seluruh SDM yang ada bisa memberikan penjelasan terkait dengan intermediasi bank. “Tetapi seorang petugas di lapangan maupun petugas yang ada BPR BKK Kota Pekalongan, termasuk dalam hal ini security itu apabila ditanya oleh masyarakat itu sudah bisa menjawab. Oh kalau kredit itu seperti ini, kalau dana masyarakat itu seperti ini. Nah kami biasakan, kita tuntut semua pegawai BPR BKK Kota Pekalongan itu cerdas,” ungkap Rasito.
Sehubungan dengan tag line terkhusus “Kerja Cerdas”, Rasito pun merinci bagaimana cara manajemen memberikan pencerahan kepada setiap insan di BPR BKK Kota Pekalongan agar bisa menjawab pertanyaan dari masyarakat.
“Kami biasa melakukan in house training. Jadi semua pegawai, katakanlah penyelesaian kredit bermasalah. Nah itu semua baik itu security, maupun pembukuan itu saya ikutkan. Nah di sini, untuk mempersiapkan barangkali suatu saat yang bersangkutan dipindah ke bagian asset management unit, atau kalau bagian kredit, katakanlah terjadi mutasi dari bagian dana ke bagian kredit. Nanti mereka itu, ilmunya sudah tahu,” katanya.
