Jakarta, TopBusiness – Mengusung prinsip syariah, PT. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Magetan, Jawa Timur berkomitmen untuk mendukung pembangunan perekonomian masyarakat, termasuk pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) dengan dukungan pembiayaan.
Salah satunya dengan menghadirkan produk pembiayaan atau modal usaha tanpa agunan melalui “Produk Mutabarok Bunda Sejahtera” untuk membantu nasabah, sekaligus menekan praktik rentenir yang di pasar-pasar tradisional.
Paaslnya, praktek lintah darat oleh para rentenir sudah jamak terjadi di pasar-pasar tradisional di seluruh Tanah Air. Mereka menawarkan kemudahan pinjaman uang atau modal secara cepat dan mudah. Bahkan mereka juga proaktif menawarkan jasanya dengan mendatangi para pedagang kecil di pasar-pasar tradisional dengan langsung membawa uang cash. Sehingga banyak pedagang pasar dan masyarakat yang terpikat.
Namun di balik kebaikan itu, mereka juga mengenakan bunga pinjaman yang sangat mencekik (tinggi), sehingga kerap menjerat dan membenani para pedagang kecil di pasar-pasar tradisional, sehingga sulit berkembang.
Praktek lintah darat yang kerap membebani masyarakat dan pedagang kecil, termasuk UMKM dari para rentenir inilah yang sejak awal jadi perhatian PT. BPR Syariah Magetan (Perseroda) dalam menjalankan aktivitas usahanya.
Sebagai institusi bank dengan prinsip syariah, BUMD milik Pemkab Magetan ini, terus berusaha menghadirkan solusi agar masyarakat terbebas dari jerat rentenir, sekaligus sebagai upaya mendukung roda ekonomi masyarakat. Terutama melalui produk dan layanan pembiayaan dan modal bagi masyarakat dengan proses mudah, bahkan melalui strategi jemput bola.
Kondisi itu sesuai dengan misi utama perusahaan, yakni ‘Menjadi lembaga keuangan yang menghasilkan produk jasa perbankan terbaik bagi nasabah dan menciptakan kondisi yang kondusif bagi pemerataan pembangunan perekonomian dengan orientasi pengembangan usaha kecil dan menengah.’
“Maka kami terus berupaya menghadirkan produk dan layanan untuk membantu ekonomi masyarakat melalui berbagai kemudahan pembiayaan. Bahkan kami memiliki strategi jemput bola dengan mendatangi para pedagang kecil di pasar-pasar tradisional maupun komunitas ibu yang ada di wilayah Magetan ini. Salah satunya ada inovasi pengembangan Produk Mutabarok Bunda Sejahtera, untuk membantu nasabah agar terhindar dari rentenir,” ujar Direktur Utama (Dirut) PT. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Magetan, Endah Kundarti.
Pernyataan Endah itu disampaikan saat Presentasi dan Wawancara Penjurian TOP BUMD Awards 2022 yang dihelat Majalah TopBusiness Jakarta bekerja sama dengan Institut Otonomi Daerah (I-OTDA) secara virtual melalui aplikasi zoom meeting, Selasa (8/3/2022).
Dijelaskan, Pembiayaan Mutabarok Bunda Sejatera merupakan pembiayaan tanpa jaminan guna membantu pelaku usaha mikro dengan menggunakan akad mudharabah. Akad Mudharabah yang digunakan, yaitu kerja sama antara bank dengan nasabah, di mana pihak bank menyediakan seluruh modal dan nasabah sebagai pengelola dengan pembagian keuntungan berdasarkan nisbah bagi hasil yang telah disepakati. Keunggulan pembiayaan ini diberikan kepada nasabah tanpa agunan. Sistemnya juga bagi hasil dengan akad mudharabah. Prosesnya pun bisa cepat dan nasabah akan menerima dana pembiayaan ini secara utuh tanpa potongan dikarenakan gratis biaya administrasi.
“Besarnya dana yang kami berikan dalam Pembiayaan Mutabarok Bunda Sejatera ini maksimal 5 juta dengan jangka waktu pengembalian menjadi maksimal 1 tahun dari yang sebelumnya jangka waktu 6 bulan lunas. Tidak perlu proses berbelit dan nasabah akan menerima utuh, tidak ada potongan apa pun karena gratis administrasi dan asuransi.”
“Produk ini kami hadirkan antara alain untuk membantu nasabah termasuk para pedagang kecil di pasar-pasar tradisional agar terhindar dari rentenir. Karena itu layanan kami juga terus diperluas dan kini telah menjangkau seluruh kecamatan di Kabupaten Magetan, termasuk daerah perbatasan dengan kota atau kabupaten lain dengan medan yang terjal dan sulit sekalipun untuk dijangkau,” ujarnya di depan Dewan Juri TOP BUMD Awards 2022, yakni Prof. DR. Wahyudin Zarkasyi – Guru Besar UNPAD Bandung, Dr. Sofi Suryasnia Saman, SE, M. Ak-IWAPI, serta Ahmad Chury -dari Solusi Kinerja Bisnis sekalibgus sebagai moderator.
Dalam presetasinya berjudul “Sinergi Berprestasi untuk Magetan Terdepan”, Dirut BPRS Magetan, Endah Kundarti juga memaparkan banyak hal terkait produk dan layanan lainnya, termasuk terobosan dan inovasi maupun strategi operasional yang dilakukan program dalam menyikapi situasi pandemi Covid-19 maupun di era kenormalan baru (New normal) ini. Disampaikan juga kinerja usaha yang secara umum tetap bisa bertumbuh di tengah kondisi sulit akibat pandemi Covid-19.
Tercatat asset, pendapatan, pengumpulan dana pihak ketiga, penyaluran dana untuk pembiayaan dan permodalan, termasuk laba yang diraih bisa meningkat, bahkan mencapai di atas target. Misalnya pada semester I-2021 berjalan dengan baik, dimana seluruh target telah tercapai walaupun pandemi covid masih berlangsung.
Dan hingga semester II-2021 untuk menutupi kekurangan laba tersebut harus mencari strategi dan inovasi serta langkah-langkah strategis. Dengan tim work yang solid, keterbatasan SDM, kerja keras dari seluruh tim dan strategi arahan diterapkan dengan baik, laba dapat tercapai dan melebihi target. Bahkan mendapatkan insentif melebihi dari tahun 2020.
Beberapa strategi inovasi yang dilakukan, antara lain pemasaran dilakukan menggunkan dukungan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), baik melaui website, WA Group, IG -instagaram dan channel lain melalui media social (mendsos). Dikembangkan juga sistem omni channel yaitu selain mendatangi langsung nasabah untuk menawarkan produk, juga cross selling untuk merekomendasikan PT. BPR Syariah Magetan (Perseroda) kepada saudara, teman maupun relasi bisnis dengan menggunakan medsos.
Dalam kaitan ini, setiap minggu selalu dihadirkan konten menarik, baik mengenai informasi produk, kegiatan, Ucapan Hari besar maupun tips untuk pengembangan usaha nasabah. Perbaikan sistem dilakukan juga dengan update (pengkinian) data nasabah, perbaikan sistem dokumentasi, juga laporan-laporan internal maupun eksternal berbasis teknologi digital.
“Untuk TI kami bekerja sama dengan vendor, upgrade TI yang kami lakukan dengan menggunakan mobile pay yang dijalankan oleh marketing/transaksi di luar kantor dan sudah online real time, Mobile Banking dengan fasilitas informasi saldo, transfer antar rekening beserta transaksi pembayaran dan pembelian,” terangnya.
Dengan berbagai terobosan dan strategi tersebut, performa dan pencapaian usaha BPRS Magetan bisa bertahan, bahkan terus bertumbuh. Untuk kinerja pembiayaan misalnya, tahun 2021 mengalami pencapaian 116% dari target semula Rp36,4 miliar, terealisasi sebesar Rp42,1 miliar. Lalu untuk pendanaan/funding juga meningkat dengan pencapaian 120% dari target semula Rp25,4 miliar, terealisasi sebesar Rp30,6 miliar. Perusahaan juga bisa meraih laba dengan pencapaian 101% dari target Rp1,6 miliar terealisasi Rp1,7 miliar.
Sebagai informasi, PT.BPRS Bank Syariah Magetan berdiri sejak tanggal 14 Juni 2012, selain mengacu pada Undang-Undang No. 21 tahun 2008 tentang Perbankan. Berdirinya PT BPRS Magetan juga berdasarkan Perda Kabupaten Magetan No.9 tahun 2008, akta pendirian PT BPRS Magetan No. 53, tanggal 21 Desember 2011 dibuat oleh Yvonne Erawati, SH., notaris Madiun.
Dalam aktivitasnya saat ini, sebesar 70 % adalah profit oriented untuk laba, dan 30% layanan publik atau sosial. Produk dan layanan yang diberikan meliputi tabungan, deposito syariah, dan aneka pembiayaan lain. Di antaranya untuk pembiayaan ada Pembiayaan Mitra Amanah Syariah, Pembiayaan Mitra Usaha Syariah, Pembiayaan Mitra Amanah Pensiunan Syariah, Pembiayaan Mitra Amanah Syariah, Pembiayaan Multijasa, serta Pembiayaan Mutabarok Bunda Sejatera.
Penulis: Ahmad Chury
