TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Meski Sarat Tantangan, Perumdam Tirta Perwitasari Tetap Konsisten Usung Inovasi

Busthomi
14 March 2022 | 13:59
rubrik: BUMD, Event
Meski Sarat Tantangan, Perumdam Tirta Perwitasari Tetap Konsisten Usung Inovasi

Jakarta, TopBusiness – Perusahaan Daerah Umum Air Minum (Perumdam) Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah terus berbenah di tengah banyaknya tantangan yang dihadapi perusahaan. Pembenahan itu dilakukan dengan didasari pula sederet inovasi untuk mengatasi tantangan yang dihadapi PDAM satu ini.

Menurut pemaparan Direktur PDAM Tirta Perwitasari Purworejo, Hermawan Wahyu Utomo saat menyampaikannya di sesi penjurian TOP BUMD Awards 2022 yang digelar Majalah TopBusiness, pada Rabu (9/3/2022), secara virtual itu, tantangan perusahaannya cukup banyak. Selain pandemi Covid-19 yang memang menjadi tantangan banyak perusahaan, tap dari sisi wilayah dan kependudukan di lokasi PDAM ini cukup menantang.

Namun kondisi itu tak membuat PDAM satu ini menyerah. Justru terus berusaha untuk berkinerja baik agar bisa berkontribusi bagi pembangunan daerah di Kabupaten Purworejo itu. Dan untuk itu, pihaknya banyak menggarap inovasi dan terobosan. Termasuk terobosan dalam bidang teknologi dan  informasi (TI).

“Secara kinerja, kami memang terus membaik dari tahun 2019 terus ke 2020 dan tahun 2021 lalu. Namun memang di PDAM kami banyak tantangan secara demografi maupun tofografi. Padahal kami adalah satu-satunya di Purworejo yang bergerak dalam pealayanan air bersih untuk melayani seluruh masyarakat di Purworejo,” tutur dia depan Dewan Juri.

Dijelaskannya, secara topografi, sebagian wilayah di kabupaten Purworejo adalah pegunungan. Seperti pegunungan Menoreh, Gunung Kunir, dan gunung-gunung lainnya. Dampaknya, di daerah ini banyak terdapat batuan beku seperti andesit yang sangat keras. Selain itu, wilayah Purworejo lainnya juga terdapat lumpur, sehingga air cekungan tanah itu tidak sangat direkomendasikan.

Lalu, dari sisi demografi, penyebaran PDAM ini kurang merata, sehingga dibutuhkan tambah perpipaan. Namun untuk mewujudkan hal tentu perlu biaya tinggi. Plus, kondisi masyarakat juga mayoritas bermata pencaharian petani yang tentu saja secara penghasilan masih rendah. Disebut dia, dengan kondisi itu pihaknya  memang penyertaan modal dari pemegang saham yakni Pemkab Purworejo, namun masalahnya, PAD kabupaten juga tak terlalu besar.

BACA JUGA:   Kiat Bank Sumedang Optimalkan Layanan Digital

“Kondisi tersebut ditambah eksisting perusahaan yang masih terkendala produksi yang sangat kecil. Ini jelas sangat sulit untuk menyebarkan peluasan bisnis kita. Dengan produksi yang kecil dan kebocoran yang masih lumayan tinggi, respon masyarakat juga kurang, karena pendapatan rendah, plus sempat ada manajemen kurang efiesien, menjadi tantangan besar kami. Makanya kami terus berbenah dengan melakukan banyak terobosan,” papar Hermawan lagi.

Namun kondisi saat ini, dijelaskannya, sudah lebih baik. Beberapa indicator pun menujukkan hal itu. Seperti tingkat kesehatan PDAM berdasar penilaian Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR berada di nilai 3,60 atau SEHAT utnuk tahun 2021 lalu. Dengan pencapaian peringkat nasionalnya bercokol di 34. Angka tersebut jauh lebih baik dari sebelumnya di posisi 42.

Selanjutnya, untuk tingkat kebocoran (NRW) berada di level 28,56%. Memang masih tinggi, akan tetapi dibanding sebelumnya sudah membaik yakni berada di tingkat 38% . Kondisi itu disebabkan karena waktu itu sedang banyak di pengolahan, sehingga potensi air bocor kian tinggi. “Dengan jumlah pelanggan (SL) di tahun 2020 sebanyak 26.238, tapi tahun lalu sudah sampai ke level 28 ribuan. Kami belum sampaikan karena masih diaudit di KAP (Kantor Akuntan Publik),” katanya.

Perbaikan juga terjadi di sektor keuangan. Dari data yang disampaikan dalam paparan, Perumdam Tirta Perwitasari menyampaikan data terakhir di 2020. Perusahaan masih mencatatkan laba sebanyak Rp3.277.454.066 atau meningkat dari tahun sebelumnya di posisi Rp3.179.953.240. “Dan untuk laba bersih di 2021 sekitar Rp3,6 miliar. Kita tak tampilkan karena masih diaudit KAP, belum selesai.”

Untuk pendapatan juga masih bertumbuh menjadi Rp28.821.825.553 (2020) dari Rp27.387.982.423 (2019). Dengan penopang utamanya adalah pendapatan operasional yang mencapai Rp28.673.397.840. Cuma memang beban PDAM ini juga masih tinggi dari Rp23.201.421.428 (2019) menjadi Rp24.486.770.277 (2020).

Penuh Inovasi

Untuk meningkatkan performa PDAM, mereka juga terus melakukan inovasi. Sepanjang 2021 lalu sudah banyak inovasi yang telah dilakukan perusahaan yang merupakan bagian perwujudan dari visi-misi Perumdam Tirta Perwitasari ini.

BACA JUGA:   Program DEBAS, Strategi Perumdam Tirta Darma Ayu Capai Target Kinerja

Visi perusahaan sendiri adalah: “Menjadi Perumda Air Minum yang Profesional dan Mandiri Menuju Terwujudnya Pelayanan Prima.” Adapun misinya adalah:

  • Menurunkan kehilangan air secara bertahap
  • Meningkatkan kompetensi sumber daya manusia yang handal dan berdaya saing
  • Meningkatkan kinerja perusahaan untuk dapat meningkatkan kesejahteraan karyawan dan memberikan kontribusi yang layak bagi daerah
  • Meningkatkan kualitas pelayanan air minum yang memenuhi kualitas, kuantitas dan kontinyuitas bagi masyarakat
  • Mengupayakan sumber air baku baru untuk meningkatkan cakupan pelayanan
  • Meningkatkan kerja sama dengan semua pemangku kepentingan dan instansi terkait untuk terwujudnya kerja sama yang saling menguntungkan.

Dengan visi-misi itu, maka Perumdam pun menggarap banyak terobosan dan inovasi agar kinerja ke depannya lebih baik. Beberapa hal yang dilakukan seperti membentuk Tim Marketing untuk menggenjot capaian layanan ke daerah-daerah.

Lalu mengedepankan sistem Jemput Bola bagi pelanggan baru agar cepat terlayani. “Dalam hal ini juga kita berikan keringanan lagi untuk membayar uang pemasangan bisa menycicil hingga 18 kali. Ini untuk mempercepat dan mempermudah mereka menjadi calon pelanggan kami. Bahkan kami juag kerap berikan discount atau potongan biaya pemasangan,” katanya.

Selain itu, untuk menggenjot kualitas dan kuantitas air, pihaknya telah menambah pembangunan dua sumur di tahun lalu. Dua sumur itu ada di desa Tawangrejo dan desa Bener. Dengan kapasitas masing-masing adalah 6-8 liter/detik dan 7 liter/detik.

“Inovasi lainnya, kami juga mengganti instalasi air yang sudah kadaluarsa dan menaikkan genset yang sudah rusak atau kadaluwarsa dengan yang baru. Sehingga saat listrik PLN mati pelayana di kami tak terganggu,” katanya. “Dan juga menggandeng pihak ketiga seperti perbankan nasional dan daerah untuk mempermudah pembayaran tagihan.”

“Makanya pembenahan kami termasuk membanggakan. Seperti saat ini sudah membuka pelayanan pada kawasan baru seperti di Kemiri dan Pituruh. Juga berhasil menaikkan debit dan tekanan, sehingga telah menambah pelanggan yang sebelumnya sangat sulit diakukan; menaikkan nilai produksi dan penggeseran sumur dalam; serta kualitas dan kuantitas terus meningkat. Lalu kita menambah pemasukan dan kesejahteraan perusahaan. Dan berhasil menurunkan tingkat kebocoran,” bebernya.

BACA JUGA:   Budaya GRC dan 7 Inisiatif Nusantara Regas Ciptakan Laba Signifikan

Inovasi IT

Masih dipaparkan Hermawan Wahyu Utomo, pihaknya juga terus memanfaatkan IT dalam rangka memperbaiki perlayanan. Seperti aplikasi pelanggan, aplikasi kepegawaian, Sikompak, SIM cater, dan aplikasi GIS (Geographic Information System).

“Kami terus bernah diri dengan mengandalkan IT ini. Seperti aplikasi pelayanan pelanggan, hampir kita launching. Kita juga punya aplikasi kepegawaian, juga aplikasi Sikompak, ada jugaSIM cater. Aplikasi SIM cater ini untuk meteran bukan lagi menggunakan sistem catat, tapi lewat kamera. Ini sebagai cara mengurangi tingkat distorsi kesalahan data maupun kesalahan pencatatan,” terang dia.

Dan tentu saja, kata Hermawan, PDAM ini menggunakan aplikasi GIS untuk memudahkan sistem pemetaan, sehingga penyebaran jaringan bisa berjalan dengan mudah dan cepat.   

Kontribusi ke Pemda

Sebagai BUMD milik Pemkab Purworejo, perusahaan juga tetap konsisten untuk menyetor PAD ke Pemkab. Bahkan kendati di tengah pandemic seperti saat ini, setorannya terus ditingkatkan. Langkah ini juga bagian dari komitmen pimpinan untuk tetap berkontribusi ke daerah setempat.

“Bahkan untuk dividen tahun 2020 lalu, meningkat tajam dari dividen Rp500 juta menjadi 1,8 miliar kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Purworejo. Kontribusi lainnya adalah meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat dari 18.000 SR hingga menjadi 27.796 SR,” jelas dia.

Selain itu, PDAM ini juga konsisten dalam membangun infrastruktur selaras dengan Visi Presiden RI 2019-2024 yakni meningkatkan infrastruktur pelayanan air bersih sesuai strategi nasional 100-0-100 yaitu 100% air bersih, 0% lingkungan kumuh, dan 100% sanitasi baik.

“Dan selain menaikan pelayanan air bersih tadi, kami juga berhasil membuka daerah-daerah baru (green area) yang belum dilayani air bersih menjadi terlayani air bersih,” pungkas dia.

FOTO: TopBusiness

Tags: Perumdam Tirta PerwitasariTOP BUMD Awards 2022
Previous Post

KRAS Girang Pemerintah Terapkan Bea Masuk Anti Dumping Hot Rolled Coil Alloy dari China

Next Post

Badak NGL Terus Tebarkan Kebaikan Hingga Ke Mancanegara

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR