TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Perkuat Tata Kelola dan Inovasi, PT BPR BKK Blora Jadi Sumber PAD

Irawan Djoko Nugroho
12 March 2026 | 15:18
rubrik: BUMD, Event
Perkuat Tata Kelola dan Inovasi, PT BPR BKK Blora Jadi Sumber PAD

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT BPR BKK Blora kembali terpilih menjadi nominator TOP BUMD Awards 2026. Bank Perkreditan Rakyat dengan status Perseroda ini, memiliki visi ‘menjadi bank pilihan dalam berinvestasi yang unggul dan berkualitas dalam pengelolaan perusahaan serta berkontribusi terhadap pembangunan daerah.’ PT BPR BKK Blora dicatat mengikuti sesi presentasi Penjurian TOP BUMD Awards 2026, Rabu (11/3/2026).

Hadir dalam penjurian, Direktur Utama PT BPR BKK Blora, Puguh Haryono, S.E. Dalam penjurian, Puguh Haryono menyatakan jika BPR BKK Blora melaksanakan strategi bisnis yang berfokus pada peningkatan kualitas kredit melalui penurunan rasio kredit bermasalah (NPL), pertumbuhan kredit yang selektif dan terarah, penguatan penghimpunan dana masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan tata kelola, digitalisasi operasional secara bertahap, serta peningkatan efisiensi dan profitabilitas.

“Pendekatan ini menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas usaha serta berhasil menghadirkan kinerja bisnis yang melampaui target sekaligus memperkuat kontribusi terhadap perekonomian daerah,” kata Puguh.

Kinerja Mumpuni

Banyak capaian kinerja bisnis yang berhasil ditorehkan PT BPR BKK Blora selama tahun 2025. Baik dari sisi kesehatan bank maupun kinerja keuangan.

Pada sisi kesehatan bank, kinerja Perseroda menunjukkan kondisi yang sangat baik. Berdasarkan penilaian tingkat kesehatan bank sesuai ketentuan OJK dan Bank Indonesia, perusahaan memperoleh Peringkat Komposit 2 (Sehat). Profil risiko juga dinilai berada pada peringkat 2 (rendah), sementara penerapan tata kelola perusahaan mendapat peringkat 2 (baik). Pada aspek rentabilitas dan permodalan, bank bahkan memperoleh peringkat 1 (sangat baik), yang mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghadapi dinamika bisnis dan faktor eksternal secara stabil.

Sementara itu dari sisi kinerja keuangan, perusahaan dicatat melampaui target yang ditetapkan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB). Aset terealisasi sebesar Rp524,38 miliar, atau 117,59 persen dari target. Penyaluran kredit mencapai Rp437,09 miliar atau 108,05 persen dari target, sementara dana masyarakat (DAMAS) mencapai Rp437,01 miliar atau 116,29 persen dari target.

BACA JUGA:   Dari Pemulihan ke Pertumbuhan, BPRS Mustaqim Aceh Mantapkan Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah

Pendapatan tercatat sebesar Rp91,36 miliar atau 116,81 persen dari target, dengan biaya operasional Rp69,55 miliar atau 118,56 persen dari target. Dengan kinerja tersebut, perusahaan berhasil mencatat laba sebelum pajak sebesar Rp21,80 miliar rupiah, atau 111,52 persen dari target.

Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya (yoy), pertumbuhan kinerja keuangan juga menunjukkan tren positif. Aset meningkat dari Rp464,12 miliar pada 2024 menjadi Rp524,38 miliar pada 2025, atau tumbuh 12,98 persen.

Kredit meningkat signifikan dari Rp351,93 miliar menjadi Rp437,09 miliar, atau tumbuh 24,20 persen. Dana masyarakat meningkat dari Rp393,72 miliar menjadi Rp437,01 miliar, atau tumbuh 11 persen. Pendapatan meningkat dari Rp68,39 miliar menjadi Rp91,36 miliar, atau tumbuh 33,58 persen, sementara laba sebelum pajak meningkat dari Rp17,71 miliar menjadi Rp21,80 miliar rupiah, atau tumbuh 23,10 persen.

Dan dari sisi rasio keuangan, permodalan tetap berada pada level kuat dengan CAR sebesar 22,22 persen pada 2025. Kualitas kredit juga mengalami perbaikan, terlihat dari penurunan NPL dari 12,66 persen menjadi 10,21 persen serta NPL net dari 4,02 persen menjadi 3,29 persen.

Profitabilitas perusahaan juga meningkat, tercermin dari ROI yang naik dari 26,87 persen menjadi 32,64 persen serta ROA yang meningkat dari 4,12 persen menjadi 4,54 persen. Rasio intermediasi juga meningkat dengan LDR mencapai 100,02 persen, yang menunjukkan peningkatan penyaluran kredit kepada masyarakat.

Penguatan Tata Kelola

Menurut Puguh, capaian kinerja bisnis tersebut tidak lepas dari penguatan tata kelola perusahaan yang dilaksanakan manajemen. Perusahaan dalam mengimplementasikan tata kelola, dicatat didukung oleh sistem manajemen kinerja berbasis KPI yang diturunkan dari strategi bisnis dan RBB.

Penilaian kinerja dilakukan secara periodik dengan indikator yang mencakup aspek keuangan, operasional, risiko, dan kepatuhan, serta dilengkapi dengan sistem reward dan punishment untuk menjaga kualitas kinerja perusahaan secara berkelanjutan.

BACA JUGA:   Indonesia, Surganya Destinasi Wisata dapat Mendongkrak Perekonomian Bangsa

Di samping itu dari sisi pengembangan sumber daya manusia, perusahaan juga menjalankan berbagai program peningkatan kompetensi, antara lain pelatihan teknis perbankan seperti analisis kredit, manajemen risiko, dan kepatuhan, sertifikasi kompetensi sesuai jenjang jabatan, program pelatihan layanan prima, serta coaching dan mentoring oleh atasan langsung.

Direksi dan komisaris bahkan mengikuti sertifikasi manajemen risiko, pelatihan tata kelola perusahaan, workshop industri perbankan, serta kegiatan benchmarking untuk memperkuat strategi bisnis.

Dalam melaksanakan penguatan tata kelola, perusahaan juga dicatat meraih penilaian Good Corporate Governance (GCG) pada tahun 2025 dengan peringkat komposit 2. Sebuah penilaian yang menunjukkan predikat baik.

Inovasi Operasional Perusahaan

Selain melalui penguatan tata kelola, capaian kinerja perusahaan, menurut Puguh, juga dicatat melalui dilaksanakannya transformasi digital oleh perusahaan. Transformasi digital ini menjadi bagian penting dalam inovasi operasional perusahaan.

Beberapa aplikasi yang dikembangkan untuk mendukung efisiensi dan pelayanan, antara lain adalah sebagai berikut. Pertama, Aplikasi e-collector untuk mendukung proses penagihan kredit. Kedua, Aplikasi monitoring asuransi kredit melalui sistem host-to-host. Ketiga, Sistem informasi SDM berbasis HER. Keempat, Aplikasi BKK Mobile untuk pengelolaan prospek dan nasabah baru.

Di sisi layanan kepada masyarakat, perusahaan juga menghadirkan inovasi seperti SaminQris untuk layanan pembayaran digital, Virtual Account (VA) untuk kemudahan transaksi, SaminQ untuk akses informasi saldo secara real time, serta WA Blaster untuk pemberitahuan transaksi secara otomatis kepada nasabah.

Kontribusi

Sebagai BUMD, PT BPR BKK Blora dalam menghadirkan kontribusi tidak hanya tercermin dari kinerja bisnis, tetapi juga dari dukungannya terhadap pembangunan berkelanjutan di daerah.

Perusahaan melaksanakan berbagai program tanggung jawab sosial, antara lain bantuan sarana prasarana sekolah, program literasi dan edukasi keuangan bagi pelajar dan masyarakat, bantuan bedah rumah, pembangunan gorong-gorong, program jambanisasi, bantuan penanganan stunting, serta bantuan bagi korban bencana banjir.

BACA JUGA:   PTPN IX Catatkan Sukses Implementasi GCG

Selain itu, perusahaan juga memberikan dukungan ekonomi kepada sektor produktif melalui bantuan modal bagi petani, peternak, dan sektor perikanan.

Dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah pula, perusahaan menjalankan fungsi intermediasi dengan menyalurkan kredit produktif kepada sektor UMKM dan usaha lokal.

Pembiayaan yang terjangkau dan tepat sasaran ini membantu mendorong pertumbuhan usaha kecil, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan perputaran ekonomi di daerah. Program BUMD Peduli Inflasi dicatat menjadi bagian dari sinergi dengan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga melalui kegiatan pasar murah dan subsidi harga kebutuhan pokok.

Khusus untuk kontribusi terhadap pendapatan daerah, perusahaan dicatat berhasil menghadirkan setoran dividen kepada pemegang saham.

Kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah misalnya, setoran dividen meningkat dari Rp3,89 miliar pada 2025 menjadi Rp4,59 miliar pada 2026. Sementara itu kepada Pemerintah Kabupaten Blora, dividen meningkat dari Rp3,52 miliar pada 2025 menjadi Rp4,41 miliar pada 2026. Peningkatan ini menunjukkan peran BPR BKK Blora menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).*

Tags: PT BPR BKK BloraTOP BUMD Awards 2026
Previous Post

Kembangkan Lini Bisnis Baru, PADA Dukung Pertumbuhan Sektor Kurir dan Logistik

Next Post

Posko Mudik Kini Muncul di Google Maps, Permudah Pemudik di Perjalanan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR