Jakarta, TopBusiness – Sudah banyak proyek-proyek infrastruktur yang digarap oleh PT Brantas Abipraya (Perseroa). Dari mulai proyek jalan hingga bendungan. Terlebih di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo ini.
Namun begitu, dengan masifnya proyek-proyek yang ditanganinya itu, perusahaan juga tak pernah alpa untuk tetap bertanggung jawab terhadap dampak yang ditimbulkannya. Untuk itu, sederet program Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) pun diinisiasi. Hingga kini banyak program TJSL yang sudah bisa dirasakan manfaatnya oleh banyak stakeholder, termasuk juga bermanfaat terhadap perusahaan.
Diapaparkan oleh Miftakhul Anas, Sekretaris Perusahaan Abipraya, sejatinya dalam menggelar program tanggung jawab sosial itu, dirumuskan terlebih dahulu guna bisa tepat sasaran dan dapat mendukung strategi bisnis berkelanjutan.
“Sesuai dengan skala prioritas program pemerintah dan program prioritas TJSL di Kementerian BUMN yaitu bidang Pendidikan, Lingkungan, dan Pembinaan UMKM, maka perusahaan dalam pengelolaan TJSL tersebut memprioritaskan tiga bidang itu. Karena hal ini mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan,” tutur Anas.
Pernyataan Anas itu disampaikannya saat mengikuti proses penjurian TOP CSR Awards 2022 yang digelar oleh Majalah TopBusiness, pada Kamis (10/3/2022) lalu secara virtual. Hadir dalam presentasi itu untuk mendampingi Anas adalah Rudi Pudianto selaku Manager Sekretariat, Humas & TJSL, lalu Deden Heryadesastra sebagai Staf TJSL, serta Atria Dea Prawesti selaku Staf Humas.
Untuk bidang pendidikan ditujukan untuk meningkatkan SDM yang berkualitas. Lalu bidang lingkungan dengan turut serta menjaga ekosistem di lingkungan sekitar aktifitas perusahaan, dan bidang pembinaan UMKM itu dengan menyalurkan pinjaman lunak sesuai ketentuan yang berlaku serta memberikan pelatihan/sertifikasi-sertifikasi kepada mitra binaan.
Anas sendiri mengawali presentasinya dengan memaparkan visi-misi Abipraya yang semangatya sudah sesuai dengan TJSL itu. Visi perusahaan adalah, “Menjadi Perusahaan Terpercaya dalam Industri Konstruksi & Investasi”, dengan turunannya adalah: ‘Memiliki segala persyaratan professional yang memadai’ serta ‘Dalam 5 (lima) tahun ke depan mampu menjadi 5 (lima) besar perusahaan konstruksi nasional’.
Lalu misnya adalah, “Menyediakan Produk Konstruksi secara Profesional dan Berkelanjutan.” Dan diturunkan lagi menjadi beberapa poin, yakni: ‘Konsisten menjaga kualitas & daya saing produk’, ‘Mengutamakan keselamatan & kesehatan kerja, kelestarian lingkungan dan ekonomi hijau’, serta ‘Membina hubungan baik dengan stakeholder.’
Dengan tema presentasinya adalah, “Peran Serta PT Brantas Abipraya (Persero) dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) & Bisnis Berkelanjutan melalui Program-program CSR.”
Masih menurut Anas, pembangunan berkelanjutan sangatlah penting karena ini selaras dengan visi-misi perusahaan. Dan ini dilakukan terutama aspek ekonomi, sosial dan lingkungan. Apalagi tiga hal tersebut merupakan motor penggerak agar suatu bisnis dapat tumbuh dan berkembang dengan tetap memperhatikan stakeholders maupun lingkungan sekitar perusahaan.
Untuk aspek ekonomi, kata dia, dengan turut sertanya perusahaan berperan aktif dalam pembangunan nasional, tentunya banyak produk-produk pembangunan yang telah maupun sedang dikerjakan, di antaranya bendungan, jalan & jembatan, gedung, PLTM, dan lainnya. Sehingga menciptakan pula lapangan pekerjaan yang berkelanjutan.
Lalu di aspek sosial, sambung Anas, dengan tersebarnya proyek-proyek di seluruh Tanah Air tentunya ada kegiatan CSR proyek yang bersifat sosial tersebar pula sesuai dengan keberadaan proyek-proyek itu. Seperti, pembagian sembako, tanggap darurat bencana, pengobatan gratis, donor darah, bantuan sarana ibadah, dll.
Dan aspek Lingkungan., yakni perseroan yang bergerak dalam bidang jasa konstruksi, tentunya sangat memperhatikan perubahan-perubahan lingkungan yang disebabkan oleh aktifitas perusahaan terutama dalam mengerjakan proyek-proyek bendungan, jalan dan lainnya itu.
“Makanya, kami juga turut melakukan penanaman pohon, penebaran bibit ikan di waduk atau bendungan merupakan salah satu tindakan nyata perusahaan dalam menjaga lingkungan khususnya di sekitar proyek,” terang Anas.
Adopsi CSV
Lebih jauh Rudi Pudianto turut membeberkan program-program TJSL yang sudah mengadopsi prinsip Creating Shared Value (CSV) itu. Dan program-program di tiga bidang itu sudah mengadopsi CSV dan ISO 26000 SR. Apalagi, perseroan juga terus mengawalnya agar berjalan optimal.
“Perusahaan berkomitmen dalam mendukung skala prioritas CSR itu diprioritaskan di bidang Pendidikan, Lingkungan, Pembinaan UMKM. Sehingga minimal 60% dari dana TJSL itu akan dialokasikan ke dalam bidang-bidang tersebut. Hal ini dimaksudkan program-program tersebut bisa terlaksana dengan maksimal,” papar Rudi.
Untuk bidang Pendidikan, kata Rudi, antara lain mengadakan, sertifikasi pekerja proyek seperti tukang ukur, mekanik, tukang batu, tukang las, dan lainnya. Lalu ada juga program beasiswa pendidikan untuk karyawan maupun anak karyawan. Dan program persiapan sertifikasi ahli muda K3 bagi mahasiswa semester akhir. Dan tentu saja Sertifikasi SDM untuk karyawan perusahaan.
Selanjutnya bidang Lingkungan, beberapa programnya antara lain, berupa penanaman pohon di area sekitar proyek, penebaran bibit ikan di bendungan yang dikerjakan perusahaan, serta sinergi dengan BUMN lain dalam pengelolaan air bersih.
Dan terakhir bidang Pembinaan UMKM. Perusahaan menggelar program berupa memberikan pinjaman lunak sesuai dengan aturan yang berlaku, mengikut sertakan pelatihan memanage keuangan & marketing mitra binaan, serta membantu memasarkan produk dari mitra binaan.
Manfaat Program
“Program di Pendidikan ini, dengan mengadakan kejar paket B & C untuk driver, OB, security di lingkungan Abipraya. Juga untuk Sertifikasi Pekerja Proyek itu kami bekerja sama dengan Kementerian PUPR & LPJK (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi) untuk memberikan bantuan pendanaan pelaksaaan sertifikasi kepada pekerja proyek di lingkungan Abipraya, sehingga mereka mempunyai kompetensi bersertifikat,” tutur Rudi.
Selain itu, perseroan juga mempersiapan sertifikasi Ahli Muda K3 dengan menggandeng Kemen PUPR & LPJK untuk mengadakan pelatihan & pembiayaan pelaksanaan sertifikasi ahlimuda K3 kepada mahasiswa tingkat akhir. Tercatat, pihaknya sudah melakukan terhadap 1.000 mahasiswa di Malang Raya, Jawa Timur & 1.000 mahasiswa di Solo Raya, Jawa Timur.
Lewat program ini, manfaat bagi perusahaan adalah mempunyai pekerja-pekerja dengan tingkat pendidikan yang memadai serta mempunyai tenaga-tenaga tukang di lapangan dengan berbagai keahlian dan bersertifikat.
“Dan bagi Stakeholders, manfaatnya terhadap PUPR, pekerjaan-pekerjaan proyek ditangani oleh tenaga-tenaga yang bersertifikat. Lalu bagi LPJK juga menambah data base tingkat keahlian tertentu. Dan bagi tukang & mahasiswa, mempunyai pengalaman & sertifikat sesuai bidangnya. Serta bagi universitas sangat terbantu branding & promosi universitas,” katanya.
Lalu untuk program Lingkungan adanya penanaman 12.500 pohon sengon di desa Babakan Madang–Sentul, Bogor. Lalu penanaman 800 pohon durian, mangga & pinus di lingkungan sekitar proyek Padang Guci, Bengkulu. Juga perencanaan penanaman pohon di sekitar Bendungan Ciawi, Bogor.
“Ini bermanfaat bagi perusahaan yakni terbangunnya engagement dengan masyarakat di sekitar proyek serta terjaganya kondisi lingkungan hidup di sekitar proyek. Dan bagi masyarakat juga terciptanya lapangan pekerjaan warga sekitar proyek,” katanya.
Adapun untuk Program Peduli UMKM, berupa pinjaman lunak kepada mitra binaan dengan jasa administrasi senilai 6% & maksimal pinjaman Rp200 juta sesuai peraturan Kementrian BUMN, hal ini untuk membantu UMKM dalam menjalankan roda perekonomian terutama terkait dampak pandemi Covid-19. Lalu menaikan kompetensi UMKM dengan jalan membantu untuk mendapatkan sertifikasi-sertifikasi.
“Dan manfaat bagi perusahaan adalah support pekerjaan dari UMKM yang tergabung dalam mitra binaan Abipraya terkondisi dengan baik, turut serta berperan aktif dalam melaksanakan Program PEN melalui membantu UMKM. Dan UMKM ini terbantu secara likuiditas, terbantu dalam memperoleh sertifikasi-sertifikasi untuk meningkatkan kompetensi,” katanya.
Meski mengusung tiga sektor yang dikucuri maksimal oleh dana CSR, namun Abipraya juga tetap punya program-program lain yang menjadi unggulan. Selain Abipraya Pintar, Abipraya Peduli Lingkungan, dan Abipraya Peduli UMKM, ada juga program Abipraya Peduli Pangan, Abipraya Sehat, Abipraya Patuh, dan lainnya.
Program Kebanggaan
Disebutkan Rudi, Program Abipraya Pintar merupakan program unggulan yag sangat dibanggakan dan bisa direkomendasikan ke perusahaan lain. Dikarenakan masih belum banyak perusahaan-perusahaan lain yang melakukan hal yang sama.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pekerja proyek dan penyiapan tenaga bersertifikat dari kalangan mahasiswa, melalui kerja sama dengan PUPR dan LPJK untuk membantu proses sertifikasi Ahli Muda K3. Abipraya pernah menyelenggarakan dengan peserta 2.500 mahasiswa tingkat akhir se-Malang Raya dan Solo Raya dan akan dikembangkan ke wilayah-wilayah lain.
“Dengan program ini, Abipraya ikut berperan aktif menciptakan tenaga-tenaga proyek yang berkualitas dan bersertifikat, sehingga diharapkan berpengaruh pada mutu produk & hasil kerja perusahaan,” katanya.
Hal tersebut, terukur dengan beberapa penghargaan terkait keselamatan kerja yang diterima oleh perusahaan, antara lain berupa Penghargaan Kecelakaan Nihil, Penyedia Jasa Pekerjaan Konstruksi Terbaik dalam menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK), Mitra Kerja Terbaik dalam Pembinaan Jasa Konstruksi Nasional dari PUPR, Penghargaan atas implementasi Program Budaya Safety dalam Perusahaan dari WSO Indonesia, dan Safety Culture Awards.
FOTO: TopBusiness
