Jakarta, TopBusiness—Perumda Pasar Tohaga (Kabupaten Bogor, Jawa Barat) menggelar sejumlah inovasi TI (teknologi informasi) yang tujuannya menaikkan kinerja BUMD tersebut. Satu di antara itu adalah aplikasi bernama E-KTB atau Elektronik Kartu Tanda Berdagang, untuk para pedagang pasar.
“E-KTB merupakan upaya kami dalam memerbaiki sistem data untuk para pedagang di pasar yang kami kelola,” kata Direktur Utama Perumda Pasar Tohaga, H. Haris Setiawan, dalam presentasi virtual untuk Dewan Juri Top BUMD Awards 2022 (22/3/2022), yang digelar Majalah TopBusiness bersama sejumlah lembaga.
Haris mengatakan bahwa E-KTB merupakan kartu untuk validasi data dan hak berdagang. “Jadi, hak berdagang pemegang kartu tersebut, dijamin oleh Perumda Pasar Tohaga,” papar Haris.
Dijelaskannya pula bahwa kartu tersebut sudah terintegrasi dengan fasilitas E-Money, sehingga memudahkan para pedagang.
Adapun contoh lain inovasi berbasis TI oleh BUMD tersebut, adalah fasilitas pembayaran retribusi pasar secara digital. Lantas, ada situs Mitoha.id, yang memudahkan masyarakat untuk berbelanja pada pasar kelolaan BUMD tersebut. Fasilitas ini dilahirkan saat masa Covid-19.
Perumda Pasar Tohaga pun, masih menurut Haris, sedang menyiapkan adanya fasilitas ATM untuk setor tunai. Di situ, setoran kecil sedari Rp2.000 sampai dengan Rp100.000, bisa dilakukan.
BUMD tersebut pun aktif di media sosial seperti Instagram, FaceBook, Twitter, serta situs internet Tohaga.id. “Kami pun sudah terkoneksi dengan kode QRIS,” demikianlah Haris menjelaskan.
Kinerja
Haris pun menjelaskan sejumlah hal tentang kinerja bisnis Perumda Pasar Tohaga. Antara lain, dijelaskannya bahwa ada tren kenaikan laba. Tahun 2021, laba yang didapatkan di Rp1,14 miliar. Tahun 2020 senilai Rp1,05 miliar. Sedangkan untuk tahun 2019, masih di Rp149 juta.
Untuk pendapatan, di tahun 2021 Perumda Pasar Tohaga mendapat Rp35,46 miliar. Tahun 2020, nilai itu di Rp33,24 miliar. Sedangkan tahun 2019, nilai tersebut di Rp33,65 miliar.
“Ada penurunan tipis untuk pendapatan 2020 berbanding 2019, yang disebabkan dampak Covid-19,” papar Haris.

assalammualaikum
kepada yang terhormat :
bapak direktur : H.Haris Setiawan
Langsung saja .saya cuma ingin menyampaikan kepada selaku bapak pimpinan direktur PD PASAR TOHAGA tolong untuk PD PASAR TOHAGA unit pasar ciawi kabupaten bogor.untuk bagian keamanan nya tolong di perhatikan cara kinerja nya.saya selaku korban pungli yang sudah membayar uang sebesar Rp.2,5 00.000 rupiah untuk menjadi anggota satpam.setelah saya menjalani selama 6 bulan saya tidak merasa kenyamanan.karna selalu ada pungli.contoh misal, ada perubahan/penukaran posisi Anggota dipindah ke komandan regu 1,2 atau 3 terus biar supaya ingin kembali ke regu semula disitu lah muncul pungli anggota suruh membayar uang.supaya kembali ke regu asal.dan saya mendapatkan upah gaji sebesar 1,775000..setiap saya mendapatkan gaji selalu di potong untuk KASATPAM M.Dai Gozali. untuk uang roko alasannya 35000.sampai akhirnya saya memutuskan untuk keluar dari corf keamanan satpam itu .terimakasih mohon di tindak