Jakarta, TopBusiness – PT Food Station Tjipinang Jaya (Food Station) mempunyai peran strategis dalam mengendalikan harga beras, yang selanjutnya berpotensi mengurangi laju inflasi.
Perusahaan dapat mengontrol harga beras, sehingga diharapkan dapat memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat dalam rangka mendapatkan harga murah dan lebih mudah.
Dalam paparan presentasi materi berjudul “Membangun Kinerja Bisnis dan Layanan BUMD yang Berkelanjutan”, Direktur Utama Food Station Pamrihadi Wirayo, menyaakan bahwa perusahaan memiliki peran guna mengendalikan laju inflasi dengan mengontrol peningkatan harga beras.
Perusahaan tergabung dalam team TPID bersama dengan OPD terkait dalam mengontrol inflasi daerah terutama dari aspek ketersediaan dan harga pangan.
“Sebagai, pengendali inflasi dapat terlihat pada 5 tahun terakhir ini, dimana inflasi DKI Jakarta ada di bawah nasional. Memang kita akui bahwasannya inflasi itu tidak hanya diukur dari sektor perberasan saja, tapi setidaknya dari beras memberikan kontribusi yang cukup baik atau cukup banyak atau tepatnya Food Station banyak memberikan kontribusi dalam melakukan pengendalian inflasi yang ada di DKI Jakarta,” kata Pamrihadi, dihadapan Dewan Juri TOP BUMD Awards 2022, yang berlangsung secara daring melalui aplikasi zoom meeting, di Jakarta, Jumat (01/04/2022).
Sehubungan dengan hal itu, Food Station mempunyai peran strategi dalam mengendalikan harga beras dengan memastikan pasokan beras. “Yang pertama, adalah untuk memastikan ketersediaan beras yang ada di pasar induk beras Cipinang, serta yang ada di Food Station,” kata Primhadi, yang didampingi oleh Direktur Keuangan dan Umum, Budi santoso.
Tak berhenti di situ saja, perusahaan juga bekerjasama dan berkolaborasi dengan pihak-pihak pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengontrol harga beras, melalui pembelian gabah.
“Terus kemudian kami melakukan beberapa kegiatan-kegiatan strategis, bekerjasama dengan daerah sehingga akan mendapatkan pasokan harga gabah yang kompetitif. Sehingga gabah tersebut bilamana diolah akan menjadi beras yang kompetitif murah, begitu sampai di Jakarta,” ujar dia.
Selanjutnya, Food Station mempunyai dashboard yang dapat diakses oleh masyarakat untuk melihat harga-harga beras. “Berikutnya adalah peran strategi bisnis Food Station dalam kontrol pasokan. Nah dalam kontrol pasokan, kami punya dashboard indikator yang ada di Pasar Induk Beras Cipinang yang senantiasa setiap hari bisa diakses secara online oleh masyarakat DKI Jakarta. Nah dalam dashboard itu bukan hanya sekedar stok yang bisa diakses, termasuk pergerakan harga-harganya,” kata Pamrihadi.
Dengan begitu, perusahaan berstatus BUMD ini memastikan bisa menekan laju inflasi. “Jadi kita bisa mengatakan bahwasanya pergerakan harga-harga itu bisa kita kontrol, manakala terjadi indikasi atau potensi harga-harga itu akan naik, terus Food Station dengan instrumennya akan melakukan suatu action, sehingga membuat potensi kenaikan itu bisa kita kendalikan,” papar Pamrihadi.
