Jakarta, TopBusiness—Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng (Kabupaten Buleleng, Bali) terus menggelar langkah mengamankan persediaan air baku hingga beberapa tahun ke depan.
“Upaya menambah air baku selalu kami lakukan tiap tahun,” tegas Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng, I Made Lestariana, dalam presentasi virtual untuk Dewan Juri Top BUMD 2022, yang digelar akhir pekan kemarin oleh Majalah TopBusiness bekerja sama dengan sejumlah lembaga.
Ia menjelaskan, untuk mengamankan persediaan air baku tersebut, akan ada dukungan dari air permukaan. Sebagai contoh, untuk sungai di Buleleng Barat, dibuatkan bendungan. Dari situ, ada persediaan air baku.
“Perhitungan kami, air baku dari situ akan cukup untuk 10 tahun di Buleleng,” papar Made.
Ia pun menjelaskan adanya rencana pembuatan bendungan lain. “Dengan dua bendungan tersebut, kami rasa pasokan air baku mencukupi untuk 20 tahun mendatang, untuk Buleleng Timur dan Barat,” kata dia.
Sedangkan untuk Buleleng bagian tengah, pasokan air bersih akan didorong melalui SPAM. “Kini pun, untuk air baku, kami punya 44 sumur dalam,” Made menjelaskan.
Pada kesempatan itu, Made juga menjelaskan pencapaian terkini kinerja keuangan BUMD tersebut. Antara lain bahwa laba setelah pajak tahun 2021, senilai Rp11,02 miliar. Sedangkan untuk tahun 2020, angka itu di Rp11,50 miliar.
Untuk pendapatan usaha tahun 2021, tercatat sebesar Rp70,74 miliar. Sedangkan untuk tahun 2020, angka itu sebesar Rp68,49 miliar. “Kami tidak menaikkan tarif di saat dampak Covid-19. Melainkan melakukan sejumlah efisiensi,” kata Made lagi.
Aset Perumda Tirta Hita Buleleng pada tahun 2021 senilai Rp105,51 miliar. Sementara itu, di tahun 2020, aset BUMD tersebut di Rp89,93 miliar.
Investasi tahun 2020, ada yang ditunda karena dampak Covid-19. “Kemudian, kalau tahun 2021, kami sudah melakukan investasi lagi,” Made mengimbuhkan.
Setoran PAD (pendapatan asli daerah) di tahun 2021, mencatatkan nilai Rp6,06 miliar. Adapun di tahun 2020, setoran tersebut di Rp6,32 miliar.
