Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Jumat (08/04/2022), berpotensi menguat.
Dalam laman samuel.co.id, tim peneliti Samuel melalui laporan penelitian harian, di Jakarta, mengambil judul IHSG Berpotensi Melanjutkan Penguatan Hari Ini.
Bursa saham AS hari Kamis (07/04) ditutup di zona hijau. Dow Jones +0,25%, diikuti S&P500 0,43%, dan Nasdaq 0,06% setelah sesi penurunan berturut-turut, karena investor menilai kembali rencana terbaru Federal Reserve untuk memperketat kebijakan moneter dan mengatasi kenaikan inflasi. Kenaikan terjadi di sektor kesehatan, consumer staples, dan basic materials. Data initial jobless claim turun sebesar 166 ribu, minggu sebelumnya sebesar 171 ribu.
Pasar komoditas bergerak mixed, minyak WTI turun 0,4% ke level USD 97/bbl, batubara 0,6% di level USD 287/ton, CPO 0,7% ke MYR 6.259/ton, sementara nikel naik 1,1% ke level USD 34.584/ton, dan emas 0,4% ke level USD 1.937/toz.
Bursa Asia ditutup melemah pada perdagangan Kamis (07/04). Nikkei 1,7%, kemudian Shanghai 1,4%, Kospi 1,4%, dan Hang Seng 1,2%. IHSG ditutup menguat 0,3% ke level 7.127. Total keseluruhan net foreign buy sebesar Rp 538,6 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan TLKM (Rp 135,1 miliar), ANTM (Rp 120,4 miliar), dan BBRI (Rp 116,1 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak ITMG (Rp 59,7 miliar), BMRI (Rp 41,6 miliar), dan SMGR (Rp 29,4 miliar).
Kasus Covid-19 di Indonesia ada penambahan 2.089 kasus baru Kamis, turun 13,0% dibandingkan hari sebelumnya dengan daily positive rate 2,5%. Recovery rate 96,1% dan kasus aktif sebanyak 78.302 pada hari yang sama.
Hari ini akan ada rilis Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) Indonesia bulan Maret yang diperkirakan naik menjadi 116 (prev: 113). Dari regional, pagi ini pasar Asia dibuka menguat, Nikkei 0,72% dan Kospi 0,40%. “Kami perkirakan IHSG akan melanjutkan penguatan hari ini, seiring pergerakan positif bursa global dan regional,” demikian tertulis.
