Jakarta, TopBusiness – Pandemi Covid-19 membawa dampak perubahan signifikan terhadap perilaku masyarakat, terutama dalam ragam transaksi yang melibatkan pemanfaatan teknologi informasi.
Inilah yang memantik Perumda BPR Sumedang (Bank Sumedang) untuk menyesuaikan diri agar tetap bisa memberikan layanan terbaik bagi masyarakat dengan mengambil peran langsung dalam pemanfaatan teknologi sebagai jawaban atas maraknya transaksi digital. Demikian pernyataan Yanti Kristiana Dewi selaku Direktur Umum saat mengikuti wawancara penjurian TOP BUMD Awards 2022 secara daring, Selasa (5/4/2022).
“Industri BPR ini juga tidak hilang dari peredaran tetapi cepat menyesuaikan diri meberikan pelayanan, karena justru gerbong digitalisasi inilah yang akan menjawab dari pada kinerja BPR yang akan datang dan keterkaitan juga dengan BPR harus membawa gerbong UMKM harus digital sehingg bagaimana proses pemasaran para pelanggan kita juga harus diantisipasi supaya mereka bisa melakuakan pelayanan transaksi secra digital,” ungkapnya.
“Inilah alasan kami mengambil tema ‘Digital Ispire Accelaration’, karena pandemi covid mempercepat proses perubahan dan transaki keuangan, pemasaran dan juga proses digitalisasi,” imbuhnya mengawali presentasi.
Upaya digitalisasi ini, lanjut Yanti, merupakan ihtiar Bank Sumedang dalam meningkatkan layanan dan jangkaun kepada masyarakat secara luas baik Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun terhadap masyarakat sipil. “Strategi digital yang dilakukan Bank Sumedang bagaiman gerakan Bank Sumedang juga menyentuh masyarakat pada umumnya dan ASN.
Pelayana kedepan harus dilakukan secara digital agar industry BPR dapat mensejajarkan diri dengan bank pada umumnya sehingga bank daerah tidak hanya melengkapi tapi bisa berkontribusi termasuk harapan Bupati ekonomi kreatif bisa diangkat dengan adanya peran Bank Sumedang,” lanjutnya.
Masih menurut Yanti, proses digitalisasi bukanlah perkara mudah dan murah. Oleh sebab itu, sebagai bank daerah, Bank Sumedang menjalin kerjasama dengan bank yang lebih besar sebagai upaya untuk meningkatkan layanan digitalisasi bangi nasabah. Kerjasama tersebut jugasebagai jawaban bagi masyarakat agar setiap transaksi bisa dilakukan secara optimal dan non stop.
“Perlu saya uraikan bahwa proses gerbong digitalisasi yang berhasil oleh Bank Sumedang dan satu-satunya bank milik Pemda di Indonesia yaitu berhasil melakukan MoU dengan BJB (Bank Jabar Banten) karena ini kata kuncinya Pak, MoU ini mungkin untuk memberikan jawaban kepada masyarakat melalui pelayanan yang tadinya kami itu hanya melayani jam kerja saja karena tidak mempunya ATM tapi sekarang sudah,” tegasnya.
“Alhamdulillah dengan virtual account kerjasama dengan BJB ini maka semua bisa dijawab, semua terkoneksi dengan rekening yang ada. Jadi dari bank umum manapun bisa langsung transfer melalui Bjb langsung masuk rekning dengan kode Bjb kemudian kode Bank Sumedang dan rekening nasabah. Artinya sekarang digitalisasi Bank Sumdedng sudah terdepan,” tambahnya.
Penulis: Abdulah Suntani
