Jakarta-Thebusinessnews. Peran energi baru dan terbarukan (EBT ) dalam energi nasional diharapkan mencapai 23 persen pada tahun 2025 . Untuk pengembangannya dibutuhkan dana besar.
Salah satu sumber pendanaan yang diharapkan berasal dari pasar modal. Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said menyatakan dalam pengembangan sumber EBT perlu dorongan finansial seperti lembaga jasa keuangan.
“Untuk Mencapai 23 persen EBT tahun 2025 butuh investasi Rp 1300 hingga Rp 1600 triliun sementara dari APBN hanya Rp 2 triliun maka diharapkan dukungan sektorasuransi ,dana pensiun , pasar modal maupun perbankan. ” ujar dia di Jakarta,Rabu (3/2/2016).
Sementara itu,Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Nurhaida menyatakan telah ada satu manajer investasi (MI) siap membantu program itu. ” Yang serius ada satu manajer investasi.” Ujar dia
Menurut dia, MI tersebut akan meluncurkan produk reksa dana penyertaan terbatas(RDPT) .”Jadi MI membentuk RDPT kemudian dilempar ke pasar dan dana hasil penjualan itu akan di di investasikan ke proyek pembangkit listrik dengan sumber energi baru terbarukan.”Terang dia. (Az)