Jakarta, TopBusiness—PT Intikeramik Alamasri Industri, Tbk., telah mengumumkan laporan keuangan yang telah diaudit untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 (FY21).
Pendapatan terkonsolidasi FY21 mencapai Rp 186,29 miliar atau meningkat 201% dari Rp 92,58 miliar di FY20. Dengan Laba Kotor FY21 tercatat sebesar Rp 81,08 miliar.
Presiden Direktur Intikeramik Alamasri Industri, Teuku Johas Raffli, mengatakan hari ini di Jakarta dalam keterbukaan informasi untuk bursa saham, bahwa rugi bersih pihaknya di FY21 menurun signifikan menjadi Rp 57,55 miliar. Adapun di FY20, rugi bersih itu Rp75,06 miliar.
“Walau masih membukukan rugi tetapi postur bottom line kami terlihat lebih baik dengan laju rugi bersih yang jauh menurun,” kata dia.
Pandemi Covid-19 di sepanjang tahun 2021 masih menunjukkan angka yang cukup tinggi, akan tetapi seluruh aspek bisnis sudah mulai beradaptasi dengan pelaksanaan vaksin dan penerapan protokol kesehatan di seluruh Indonesia.
Penyebaran Covid-19 pada Tahun 2021 masih cukup berdampak pada Intikeramik, terutama di segmen perhotelan dan pariwisata yang pernah menjadi segmen usaha andalan. Namun demikian, pada tahun 2021, Intikeramik memiliki banyak kesempatan yang dapat dilakukan dalam pengembangan usaha manufaktur, yang masuk kepada salah satu usaha esensial pendukung properti.
“Sehingga berkesempatan melakukan beberapa inovasi dalam bisnis keramik dan berhasil mencatatkan hasil positif yang cukup signifikan di sepanjang FY21,” dia menjelaskan.
