TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Moody’s: Ekonomi RI Ketiban Berkah Konflik Geopolitik

Nurdian Akhmad
11 May 2022 | 08:23
rubrik: Ekonomi
FOTO – Pandemi Covid-19 Berdampak pada Peningkatan Biaya Ekspor- Impor Barang

Foto: Rendy MR/TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – Moody’s Analytics menilai kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat tetap terjaga di tengah dua tantangan utama, yakni pandemi Covid-19 dan invasi Rusia ke Ukraina.

Konflik geopolitik itu mendongkrak harga komoditas secara global, tetapi Indonesia justru menuai berkah dari kenaikan ekspor batu bara, minyak sawit, dan mineral seperti nikel, untuk memenuhi pasokan global.

Indonesia dinilai berhasil mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi setelah produk domestik bruto atau PDB berhasil tumbuh 5,02 persen pada kuartal I/2022.

Pertumbuhan PDB Indonesia terjadi di berbagai jenis industri, dengan yang terbesar di industri transportasi dan penyimpanan yakni 15,8 persen. Pertumbuhan lainnya di antaranya terjadi di sektor perdagangan dan perbaikan (5,7 persen), serta manufaktur (5,1 persen).

Ekspor Indonesia pada kuartal I/2022 tercatat tumbuh 16,2 persen dan impor tumbuh 15,0 persen. Kinerja ekspor tertopang oleh tingginya harga komoditas unggulan, sementara kenaikan impor sejalan dengan peningkatan aktivitas ekonomi di dalam negeri sehingga kebutuhan bahan baku meningkat.

“Kami memperkirakan perdagangan luar negeri akan tetap menjadi titik terang perekonomian karena Indonesia akan mendapat manfaat dari rantai pasokan yang ketat dan harga komoditas yang meningkat,” ujar  Associate Economist Moody’s Analytics Gabriel Tay Gabriel dalam risetnya dikutip Rabu (11/5/2022).

Sinyal Kenaikan Suku Bunga

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi kuartal IV/2021 ada di dangka 5,02 persen.  Moody’s  menilai, kinerja PDB kuartal I/2022 tersebut sebagai sinyal bahwa Indonesia siap berhadapan dengan kenaikan suku bunga.

Gabriel menilai bahwa kinerja pertumbuhan PDB yang kuat pada kuartal I/2022, dan tingkat inflasi yang naik 3,47 persen akan menjadi pertimbangan krusial bagi Bank Indonesia terkait normalisasi kebijakan moneter.

BACA JUGA:   Menkeu: Penanganan Teroris Bikin Investor Nyaman

Moody’s Analytics pun berpandangan bahwa fundamental ekonomi Indonesia siap menghadapi kenaikan suku bunga.

“Bank sentral telah berulang kali mengatakan bahwa karena ketidakpastian makroekonomi, dia (Bank Indonesia) tidak akan menilai kembali suku bunga hingga paruh kedua tahun ini. Tingkat pertumbuhan PDB kuartal I/2022 akan memberikan sejumlah jaminan bahwa ekonomi siap untuk kenaikan suku bunga,” ujar Gabriel dalam laporan risetnya.

Tags: Moody'spertumbuhan ekonomipertumbuhan pdb
Previous Post

Tiga Saham Bank, Direkomendasikan Hari Ini

Next Post

Indo Premier Usia 20, Ini Resep Pertumbuhannya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR