Jakarta-Thebusinessnews. Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) memasang target pertumbuhan kredit dikisaran 12 -13 persen. Namum berapa kalangan ekonom menilai target pertumbuhan itu terlalu tinggi.
Hal itu disampaikan Ekonom Universitas Gajah Mada ( UGM ), A Tony Prasetiantono.” Kalau menurut saya target yang ditetapkan OJK terlalu tinggi.” Ujar dia di Jakarta. Kamis(4/1/2016).
Ia menambahkan, pertumbuhan kredit perbankan tahun ini hanya di kisaran 10 persen. Dan dia melihat OJK terlalu berpandangan ekonomi makro” namum lupa melihat sisi korporasi. Kami ini yang dipelaku jadi ngerti dalamannya korporasi. ” ujar Tony yang juga komisari Bank Permata .
Ia beralasan, tahun 2016 juga penuh tantangan dan tidak lebih ringan dari tahun sebelumnya. Pasalnya harga komoditas turun dipicu oleh penurunan harga minyak mentah dan perlambatan ekonomi Tiongkok.
Kedua hal itu membuat kondisi ekonomi dalam negeri melambat . Hal itu akan di ikuti oleh bankir untuk melakukan langkah hati hati. ” Ya dengan cara mengerem laju kredit. ” ujar dia. ( az)