Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Rabu (25/5/2022), berpotensi bergerak melemah.
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui samuel.co.id, di Jakarta, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Bergerak Melemah.
Pasar saham AS pada perdagangan kemarin ditutup bervariasi dengan Dow Jones menguat 0,15%, sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing-masing turun 0,81% dan 2,35%. Pergerakan pasar dipengaruhi oleh outlook negative dari Snap yang mengatakan bahwa kondisi makroekonomi telah memburuk jauh lebih cepat dari perkiraan dan akan mempengaruhi pendapatan dan laba.
Pasar komoditas mayoritas bergerak menguat dengan harga emas naik 0,63% ke level USD 1.870,7/toz, harga minyak 0,35% ke level USD 110,54/bbl dan CPO 3,22% ke level MYR 6.470/ton sedangkan harga batubara turun 8,32% ke level USD 378,65/ton.
Kemarin, bursa Asia ditutup melemah dengan index Nikkei, Shanghai dan Hang Seng ditutup masing-masing turun 0,9%, 2,4% dan 1,7%. IHSG ditutup menguat 1,07% ke level 6.914. Asing mencatatkan net buy sebesar Rp 21,7 miliar di pasar reguler, dan net sell Rp 77 miliar di pasar negosiasi. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BBCA (Rp 165,3 miliar), TLKM (Rp 89,7 miliar), dan BMRI (Rp 89,6 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh PGAS (Rp 206,1 miliar), BBRI (Rp 167,3 miliar), dan BBNI (Rp 74,2 miliar). Top leading movers emiten BBRI, MDKA, GOTO, sementara top lagging movers emiten SMMA, AMRT, BUKA.
Terjadi penambahan 345 kasus baru COVID-19 pada hari Selasa dengan positive rate sebesar 0,48% (kasus aktif: 2.933).
Pagi ini pasar Asia dibuka bervariasi dengan Nikkei dibuka -0,5% dan Kospi +0.03%. “Kami memperkirakan IHSG hari ini akan bergerak melemah mengikuti global dan regional,” demikian tertulis.
