TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Cadangan Devisa102, Miliar Dolar AS Dinilai Kurang Ideal

Nurdian Akhmad
10 February 2016 | 19:08
rubrik: Ekonomi

Jakarta-Thebusinessnews. Besaran cadangan devisa hingga akhir Januari 2016 sebesar 102,1 miliar dolar AS   dinilaia sebagian kalangan tidak ideal untuk menjawab tatangan ekonomi di tengah lonjakan utang luar negeri dan impor.

Salah satu pelontar pandangan itu,  Direktur Indef, Enny Sri Hartati  “Saat ini ekonomi dunia sedang mengalami ketidakpastian dan ada tren berlanjutnya perlambatan pertumbuhan ekonomi China. Sementara, kebutuhan pemerintah kita untuk membiayai utang terus melonjak dan kebutuhan impor juga melonjak,” terang dia di Jakarta di gedung DPR Jakarta, Rabu(10/2/2016)

Seperti diketahui  Bank Indonesia (BI) menyebut  bahwa besaran cadev senilai US$102,1 miliar masih dalam ketegori aman, dengan mengacu pada standar kecukupan untuk membiayai 7,5 bulan impor atau 7,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Namun Enny memandang dalam kondisi perlambatan  ekonomi ini maka  kewajiban beban utang juga  meningkat dan juga akan naik terus serta populasi penduduk. “Jadi, perhitungan besaran cadev dalam kondisi normal tidak bisa disamakan dengan kondisi sekarang,” tutur Enny.

Lebih lanjut Enny mempertanyakan, penurunan cadev per akhir Januari 2016 tidak sejalan dengan pernyataan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Franky Sibarani yang kerap meyebutkan mulai maraknya investasi asing.

“Apakah yang selama ini yang dimaksudkan Pak Franky itu masih dalam bentuk persetujuan investasi? Kalau yang disampaikan itu realisasi investasi, tentunya akan masuk ke dalam cadev di BI,” ucap Enny.

Sebagaimana diketahui, penurunan cadev dari 105,9 miliar dolar AS  menjadi 102,1 miliar dolar AS  untuk pemenuhan kebutuhan devisa, seperti pembayaran utang luar negeri pemerintah, termasuk pembayaran pokok dan bunga global bond yang jatuh tempo. (az)

BACA JUGA:   RI Jadi Negara Kelas Menengah-Atas, Apa Untungnya?
Previous Post

BEI Akan Perlunak Kriteria Emiten Dengan Masa Depan Suram

Next Post

Maraknya PHK Bukti Paket Kebijakan Pemerintah Tak Efektif

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR