Jakarta, TopBusiness – PT Indonesia Power merupakan salah satu anak Perusahaan PT PLN (Persero) yang didirikan pada 3 Oktober 1995 dengan nama PT PLN Pembangkitan Jawa Bali I (PT PJB I). Pada 8 Oktober 2000, PT PJB I berganti nama menjadi Indonesia Power sebagai penegasan atas tujuan Perusahaan untuk menjadi Perusahaan pembangkit tenaga listrik independen yang berorientasi bisnis murni.
Kegiatan utama bisnis Perusahaan saat ini yakni fokus sebagai penyedia tenaga listrik melalui pembangkitan tenaga listrik dan sebagai penyedia jasa operasi dan pemeliharaan pembangkit listrik yang mengoperasikan pembangkit yang tersebar di Indonesia.
“Visi kami Menjadi Perusahaan Energi Terbaik yang Tumbuh Berkelanjutan,” ujar M. Ahsin Sidqi selaku Direktur Utama PT Indonesia Power saat sesi penjurian dalam ajang TOP GRC Awards 2022 secara online oleh Majalah TopBusiness, Kamis (16 Juni 2022).
Untuk mewujudkan visinya teresebut, Indonesia Power menerapkan GRC. Penerapan Good Governance, Risk Management, and Compliance (GRC) dinilai sangat penting bagi perusahaan untuk mengantisipasi dan menghadapi risiko serta tantangan global. Untuk itu, pada tahun 2019 Indonesia Power mengeluarkan kebijakan yakni Surat Keputusan Direksi No. 213.K/010/IP/2019 perihal Kebijakan Umum Penerapan Tata Kelola, Manajemen Risiko dan Kepatuhan/Governance, Risk and Compliance (GRC).
Tak sampai di situ, Indonesia Power juga menerapkan ISO 31000 tentang Majamenen Risiko yang tertuang dalam SK Direksi No. 138.K/010/IP/2021 Mengenai Pedoman Umum Manajemen Risiko Terintegrasi yang telah diaplikasikan dalam berbagai kegiatan di lingkungan PT Indonesia Power. Selain itu, Indonesia Power juga memiliki struktur organisasi terkait GRC.
“Kami menerapkan GRC secara terintegrasi melalui pendekatan strategis untuk mengintegrasikan tata Kelola, manajemen risiko dan kepatuhan terhadap peraturan, control dan proses bisnis dengan menggunakan struktur manajemen data yang didukung oleh budaya organisasi yang kuat,” tutur M. Ahsin Sidqi.
Selain struktur manajemen dan budaya, penerapan GRC di Indonesia Power juga didukung dengan pemanfaatan IT. Salah satunya penggunaan Aplikasi C-MOM sebagai sarana digital yang digunakan PT Indonesia Power untuk mensinergikan unsur Governance, Risk dan Compliance yang terdiri atas:
- Pengelolaan Risalah dan keputusan rapat direksi
- Pengendalian Keputusan Direksi Secara Sirkuler khususnya dalam hal pemberian pertimbangan serta Verifikasi oleh setiap aspek GRC dalam setiap pengambilan keputusan yang dibuat oleh jajaran Direksi.
Penulis: Mi’roji
