Jakarta, TopBusiness – Implementasi GRC (Governance, Risk, Compliance) sudah menjadi hal yang vital dalam peroses bisnis. Hal ini nampak disadari oleh PT Pupuk Kujang untuk berupaya memperkuat sistem implementasi GRC bereputasi dengan menerapkan berbagai sistem dan kebijakan agar tercapainya tujuan bersama.
“Terkait sistem di GRC, kita saat ini sudah menerapkan WBS (whistleblowing System), kemudian juga terkait sistem infromasi manajemen risiko, itu mencakup tentang pemantaun risiko yang terjadi di unit kerja ataupun secara korporasi dan itu lalu kita update terutama yang sifatnya oprasioanl secara berkala setiap bulan,” ungkap Ade Cahya Kurniawan selaku Corporate Secretary PT Pupuk Kujang saat mengikuti wawancara penjurian TOP GRC Awards 2022, Jumat (8/7/2022).
“Semua sistem itu sudah terintegrasi dengan data-data unit kerja yang bersangkutan. Kemudian dari komponen tesebut melahirkan sebuah indikator risiko yang nanti akan dipergunakan oleh senior leader kemudian BOD (direksi) dalam pengambilan keputusan di periode berikutnya,” lanjut Ade.
Dari catatan redaksi, implementasi GRC PT Pupuk Kujang memang layak diapresiasi karena telah menunjukan sistem tata kelola yang baik. Apalagi dalam Asesmen GCG 2021, PT Pupuk Kujang memperoleh hasil skor 91 dan Penilaian Maturitas Penerapan Manajemen Risiko 2021 dengan nilai 3.
“Untuk skor GCG kita di tahun 2021 sebesar 91,47, memang jika dibandingkan skor dua tahun sebelumnya skornya 89. Ini ada peningkatan signifikan. Terkait dengan maturitas, penerapan manajemen risiko 2021 yang dilakukan eksternalnya, di tahun 2021 sudah 3, tahun-tahun sebulumnya (di angka) 2. Jadi ada peningkatan signifikan,” paparnya.
Kinerja Perusahaan
Upaya membangun tatakelola perusahaan yang baik yang dilakukan Pupuk Kujang berbuah manis. Hal ini dapat dilihat dari catatan kinerja keuangan yang dibukukannya menunjukan nilai yang positif, bahkan melebihi dari target RKAP (Recana Kerja Anggaran Perusahaan).
“Alhamdulillah pencapaian laba di tahun 2021 sebesar 527,8 miliar. Ini adalah pencapaian yang samgat tinggi dibanding dengan RKAP. Jadi (target) RKAP hanya 216 mikiar jadi peningkatannya dua kali lipat lebih,” terang Ade.
Masih menurut Ade, peningkatan performa tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor kondisi seperti tingginya realisasi pendapatan penjualan, tingginya pendapatan lain-lain dan rendahnya realisasi biaya bunga karena rendahnya outstanding pinjaman KMK dan realisasi rate bunga rata-rata, sebesar 4,03% dari asumsi RKAP 9%.
“Kontribusi laba ini memang ada beberapa kondisi misalnya realisasi pendapatannya tinggi. Jadi selain tonase penjualan kita melebihi target kemudian nilai penjualannya juga sangat tinggi. Ini merupakan salah satu yang menyebabkan performa meningkat di tahun 2021 dan bisa mencapai dua setengah k ali dari targetnya,” ujarnya.
Program Transformasi Bisnis
Dari catatn redaksi yang dihimpun dari materi presentasi, PT Pupuk Kujang dalam meningkatkan performa bisnisnya melakukan program transformasi, dua diantaranya sebagai berikut:
Proyek Retail Management
Proyek ini melaksanakan program penjualan produk ritel sebagai langkah awal perubahan paradigma production centric ke customer centric. Proyek ini juga dipersiapkan untuk menghadapi peralihan subsidi pupuk. Keluaran utama dari inisiatif ini adalah:
- Penjualan produk ritel, antara lain: Nitrea, NPK Phonska Plus (berbagai formula), Jeranti, Nitroku, Bion Up, Excow, Pareku, KCl, dan Kuriza
- Kesiapan transisi peralihan subsidi, dengan mempersiapkan infrastruktur serta SDM penjualan produk non-subsidi.
Proyek Agrosolution (Makmur)
Melakukan pendampingan intensif kepada petani dan budi daya pertanian berkelanjutan serta melibatkan rantai pasok dan didukung teknologi, agar terjadi peningkatan engagement petani terhadap PI Group. Dua program diantaranya seperti Digital Farming dan Pengelolaan Budidaya Tanaman Berkelanjutan (Planet).
Digital Farming; Rekomendasi pola budidaya pertanian presisi berbasis teknologi digital, penggunaan alat & mesin untuk meningkatkan produktivitas lahan, menurunkan ongkos produksi, meningkatkan kualitas produksi serta membantu meningkatkan potensi keuntungan.
Pengelolaan Budidaya Tanaman Berkelanjutan; Upaya pengelolaan tanah dan tanaman untuk meningkatkan produktivitas pertanian dengan memperhatikan kelestarian lingkungan hidup.
Penulis: Abdullah Suntani
