Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan hari ini berpotensi sideways.
Di laman Samuel.co.id, tim riset Samuel Sekuritas Indonesia dalam laporan riset harian, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Sideways.
Pasar saham AS pada perdagangan semalam ditutup lebih tinggi dengan Index Dow Jones naik 2,15%, S&P 500 2,45%, dan Nasdaq 2,51%. Pasar bergerak positif setelah libur panjang perayaan Hari Emansipasi pada Senin kemarin. Gubernur The Fed Jerome Powell dijadwalkan akan memberikan testimoni prospek ekonomi dan kebijakan moneter di hari Rabu dan Kamis waktu setempat.
Pasar komoditas bergerak bervariasi dengan harga batubara naik 3,47% ke level USD 395,5/ton dan harga minyak 0,34% ke level USD 110,65/bbl, sedangkan emas turun 0,1% ke level USD 1.838,8/toz, CPO melemah 0,8% ke level MYR 4.985/ton.
Kemarin, bursa Asia ditutup mixed dengan index Nikkei dan Hang Seng ditutup masing-masing naik 1,8% dan 1,9%, sedangkan Shanghai turun 0,3%. IHSG ditutup menguat 1,0% ke level 7.044. Asing mencatatkan net sell sebesar Rp 350,4 miliar di pasar reguler, dan net sell sebesar Rp 84,3 miliar di pasar negosiasi. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh MDKA (Rp 201 miliar), ADRO (Rp 132,9 miliar), dan BBRI (Rp 62,4 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BBNI (IDR 92,8 miliar), TLKM (Rp 55,6 miliar), dan UNTR (Rp 51,4 miliar). Top leading movers emiten GOTO, TLKM, BBNI, sementara top lagging movers emiten ASII, BBRI, BRMS.
Terjadi penambahan 1.678 kasus baru COVID-19 pada hari Selasa dengan positivity rate sebesar 2,74% (recovery rate: 97,3%, kasus aktif: 10.095).
Pagi ini pasar Asia dibuka bervariatif dengan Nikkei dibuka +0,28% dan Kospi -0,17%. “Kami memperkirakan IHSG hari ini akan bergerak sideways seiring dengan pasar yang akan menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur BI yang mulai berlangsung hari ini sampai dengan besok,” demikian tertulis.
