Jakarta, TopBusiness – PT Martina Berto Tbk (IDX: MBTO) terus menjalin kerja sama dengan banyak perusahaan logistic untuk memperluas jaringan distribusi. Yang terbaru, MBTO menjalin kerja sama distribusi dengan PT Dos Ni Roha (DNR) yang merupakan anak usaha dari PT Dosni Roha Indonesia Tbk (DNR Corporation).
Kedua perusahaan ini merupakan nama besar yang sudah berdiri kuat dan berpengalaman selama puluhan tahun di bidangnya masing-masing. Kepercayaan tersebut diperoleh PT Dos Ni Roha dari track record-nya yang baik sebagai penyedia layanan distribusi dan logistik terkemuka di Indonesia untuk ritel online dan offline.
Sebelumnya, di awal 2021 MBTO menjalin kerja sama dengan PT Penta Valent, kemudian pada Agustus 2021 mereka juga menggandeng PT Tigaraksa Satria Tbk (TGKA), dan Juni 2022 menggaet PT Dos Ni Roha (DNR).
Dengan sederet kerja sama tersebut, pihaknya semakin optimistis dalam menghadapi perkembangan bisnis di tahun ini. Direktur Utama Martina Berto, Bryan Tilaar mengatakan, MBTO di tahun ini cukup moderat optimistis. Memang waktu itu pihaknya membidik pertumbuhan penjualan 30% yoy, namun Bryan mengungkapkan kinerja hingga akhir tahun ini akan naik kurang lebih tumbuh 50% yoy. Sedangkan dari sisi profitabilitas MBTO berharap dapat mencapai laba sekitar Rp 14 miliar.
“Memang banyak strategi yang kami lakukan termasuk di dalamnya ada strategi distribusi penjualan dan kami menjalin kerja sama dengan distributor lain untuk habis-habisan menggali ceruk pasar general trade,” tegas Bryan seusai penandatanganan kerja sama tersebut, di Jakarta, Kamis (7/7/2022).
Dalam kerja sama ini, beberapa produk unggulan dari PT Martina Berto Tbk antara lain Sariayu Martha Tilaar, Biokos Martha Tilaar, Caring Colours Martha Tilaar, Belia Martha Tilaar dan Rudy Hadisuwarno Cosmetics, akan didistribusikan oleh DNR melalui jaringan distribusinya yang meliputi 112 titik distribusi dengan potensi jumlah outlet lebih dari 400.000 yang tersebar di 463 kota di seluruh Indonesia dengan menyasar segementasi General Trade.
Dengan kerja sama ini, PT Martina Berto Tbk optimis jaringan dan jangkauan distribusi DNR tersebut dapat membantu produk-produk PT Martina Berto Tbk untuk terdistribusi dengan lebih merata dan mudah dijangkau oleh konsumen.
Selain itu, DNR sebagai distributor berpengalaman sejak tahun 1963 ditunjang dengan management system supply chain, inventory control serta data sales yang terintegrasi dengan baik secara online mulai dari gudang sampai ke pelanggan, sehingga data yang dibutuhkan dapat diketahui secara real time.
Kerja sama strategis antara PT Martina Berto Tbk dan DNR membidik potensi bisnis Rp135 miliar di tahun pertama. PT Martina Berto Tbk menargetkan pertumbuhan distribusi produknya di general trade 65X secara rata-rata di Semester 2 di tahun 2022.
“Kami optimis kerja sama dengan PT Dos Ni Roha bisa membantu meningkatkan pertumbuhan bisnis di general trade secara berkelanjutan setiap tahunnya. Dengan pengalaman distribusi selama 59 tahun serta dukungan sistem teknologi dan infrastruktur yang dimiliki PT Dos Ni Roha, kami berharap produk-produk PT Martina Berto Tbk bisa terdistribusi dengan lebih luas dan merata, serta dapat sampai ke end-user di tingkatan bawah secara masif,” tambah Bryan lagi.
CEO Martha Tilaar Group, Kilala Tilaar mengatakan, strategi multi distribusi pada Martina Berto terdiri dari empat bagian, yakni direct sales, channel local modern & channel modern trade, general trade, dan online.
Martha Tilaar Group lebih serius menggarap pasar general trade karena melihat adanya perubahan perilaku pelanggan dan geopolitik yang berkembang di Tanah Air. Pemekaran wilayah di daerah tingkat satu dan tingkat dua di Indonesia membuat pihaknya tidak bisa lagi mengandalkan single distribution. Di sisi lain, distribusi kosmetik lebih kompleks karena banyaknya stock keeping unit (SKU).
Dia memaparkan, pandemi Covid-19 sangat berdampak pada penjualan Martha Tilaar khususnya di kosmetik. Namun seiring dengan membaiknya kondisi pandemi, maka kesempatan menjadi terbuka lebar. Oleh karena itu, pihaknya menyiapkan strategi kerja sama dengan menggandeng perusahaan logistik untuk menyiapkan jalur distribusi sehingga serapan produk ke mastarakat menjadi lebih mudah.
“Sejak pandemi kemarin penjualan online kami cukup meningkat dari kurang lebih Rp 200 juta per bulan menjadi Rp 1,5 miliar per bulan. Menariknya, di segmen online ini kami membuka peluang kerja sama dengan Dos Ni Roha untuk menangkap peluang yang ada,” jelasnya dalam kesempatan yang sama.
Kilala mengungkapkan bahwa pertumbuhan penjualan di semester I 2022 sudah tumbuh 50% yoy. Di 2023 pihaknya optimistis bahwa penjualan dapat tumbuh dua kali lipat dibandingkan realisasi tahun ini.
“Dengan selling point, kapabilitas serta pengalaman puluhan tahun yang dimiliki oleh masing-masing perusahan, saya yakin sinergi ini dapat berjalan dengan baik untuk memanfaatkan peluang pasar dan menjawab tantangan landscape bisnis distribusi yang dinamis seiring dengan perubahan perilaku pelanggan dan perubahan teknologi,” tegas Kilala Tilaar lagi.
Gary Tanoesoedibjo, Direktur PT Dosni Roha Indonesia, Tbk sekaligus Komisaris PT Dos Ni Roha menambahkan, kerja sama ini akan menjadi sinergi yang kuat. Layanan distribusi DNR telah dilengkapi dengan sistem manajemen supply chain, inventory control dan data sales yang terintegrasi, sehingga dapat mengoptimalisasi proses distribusi.
“Kami yakin, didukung retail distribution channel yang baik, dan tersebar di seluruh Indonesia, serta dengan 400 ribu lebih jaringan outlet yang kami jangkau, PT Dos Ni Roha mampu mendistribusikan dan memasarkan produk-produk unggulan PT Martina Berto Tbk dengan tepat sasaran. Kerja sama ini juga pastinya dapat menjadi nilai tambah bisnis yang dimiliki oleh PT Dos Ni Roha, terkhusus dalam hal penambahan portofolio kami,” pungkas Gary.
FOTO: TopBusiness
