Jakarta, TopBusiness—PLN memastikan bahwa kondisi pasokan batu bara untuk pembangkit listrik, kini dalam kondisi aman dan terukur. ”Kami memastikan bahwa security of supply batu bara terkendali dan tidak berdampak pada operasional PLN,” kata Corporate Secretary PLN, Alois Wisnuhardana, hari ini dalam keterbukaan informasi untuk Bursa Efek Indonesia (BEI).
Merespons informasi yang beredar tentang ketiadaan kontrak batu bara dengan PLN, ia memaparkan bahwa harga batu bara mengalami volatilitas sejak permintaan meningkat, terutama pasca-pembukaan kembali pembatasan kegiatan ekspor batu bara ke luar negeri oleh pemerintah. Dan ada pengaruh perang geopolitik antara Rusia dan Ukraina yang mengakibatkan keterbatasan akan kebutuhan bahan bakar energi.
Harga batu bara di pasar ekspor berdasarkan Newcastle Future yang mencapai lebih dari USD 400/mt merupakan harga tertinggi sepanjang sejarah, dibandingkan dengan harga jual batu bara dalam negeri ke penyedia kelistrikan untuk kepentingan umum yang didasarkan pada Kepmen ESDM dengan Harga Batubara Acuan (HBA) USD 70/mt.
Namun demikian, ada dukungan yang luar biasa dari pemerintah dan kerja sama yang baik dengan Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Minerba guna mendukung penyediaan batubara kepada PLN. Ditjen Minerba telah memberikan penugasan kepada beberapa perusahaan tambang untuk memasok batubara kepada PLN.
“Sehingga persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan cepat dan kepastian pasokan batu bara bagi PLN menjadi terjamin,” Wisnuhardana menegaskan.
