Jakarta, TopBusiness – Di pasar saham, melalui PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta Composite Index (JCI) atau indeks harga saham gabungan diperkirakan turun hari ini.
Melalui laman website samuel.co.id, tim riset Samuel Sekuritas Indonesia pada Jumat (8/5/2026) menjelaskan bahwa JCI Diperkirakan Turun Hari Ini.
Pasar AS ditutup lebih rendah pada hari Kamis (7 Mei): Dow -0,63%, S&P 500 -0,38%, dan Nasdaq -0,13%. Pasar AS jatuh karena ketegangan geopolitik AS-Iran yang kembali meningkat dan harga minyak yang berfluktuasi meningkatkan kehati-hatian investor, yang menyebabkan penurunan dari level tertinggi baru-baru ini. Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun meningkat 0,86% menjadi 4,386%, sementara Indeks Dolar AS naik 0,04% menjadi 98,07.
Pasar komoditas juga sebagian besar ditutup lebih rendah pada hari Kamis (7 Mei): minyak mentah WTI turun 0,28% menjadi USD 94,81/bbl, minyak mentah Brent turun 1,19% menjadi USD 100,06/bbl, batu bara naik 0,30% menjadi USD 135,20/ton, CPO turun 0,83% menjadi MYR 4.541/ton, dan emas turun 0,12% menjadi USD 4.686/oz.
Pasar Asia ditutup lebih tinggi pada hari Kamis (7 Mei): Hang Seng naik 1,57%, Nikkei melonjak 5,58%, dan Shanghai naik 0,48%.
JCI naik 1,15% menjadi 7.174,32, dengan penjualan bersih asing sebesar Rp 76,5 miliar; Rp -360,4 miliar di pasar reguler, dan Rp 283,9 miliar di pasar negosiasi. Arus keluar dana asing terbesar di pasar reguler tercatat oleh BMRI (Rp 315,6 miliar), diikuti oleh BRPT (Rp 128,2 miliar), dan PTRO (Rp 97,7 miliar). Arus masuk dana asing terbesar di pasar reguler tercatat oleh BBRI (Rp 334,7 miliar), diikuti oleh TINS (Rp 77 miliar), dan GOTO (Rp 68 miliar). Saham-saham yang mengalami pergerakan terbesar adalah BBCA, BBRI, MORA, sedangkan saham-saham yang mengalami pergerakan lebih kecil adalah TPIA, AMMN, BRPT.
Pagi ini, baik KOSPI (-2,09%) maupun NIKKEI (-0,73%) dibuka lebih rendah. “Hari ini, kami memperkirakan JCI akan turun di tengah sentimen negatif di pasar regional dan global,” demikian tertulis dalam website.
