TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

2015, BCA Raup Laba Rp 18 Triliun

Nurdian Akhmad
3 March 2016 | 22:16
rubrik: Finance

Jakarta-Thebusinessnews. PT Bank Central Asia (BBCA) di tahun 2015 mencatatkan  pertumbuhan laba bersih sebesar 9,3% menjadi Rp18,0 triliun dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp16,5 triliun.

Pertumbuhan laba bersih ini ditopang oleh pertumbuhan portofolio kredit dan biaya dana  (cost of funds) yang lebih rendah, pendapatan bunga bersih tumbuh 12% menjadi Rp35,9 triliun. Pada saat yang sama pendapatan operasional lainnya tumbuh 28,5% mencapai Rp12,0 triliun di tahun 2015.

“Tahun 2015 merupakan tahun yang penuh tantangan bagi perekonomian dan industri perbankan Indonesia. Meski demikian, kami melaporkan bahwa di sepanjang tahun tersebut BCA berhasil mempertahankan soliditas di perbankan nasional serta mampu memanfaatkan berbagai peluang bisnis yang ada,” ujar Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja di Jakarta, Kamis (3/3/2016).

Menurut Jahja, perkembangan positif BCA diraih dengan tetap fokus dalam memberikan layanan yang konsisten kepada para nasabah, memperkuat franchise perbankan transaksi bank serta memelihara kualitas kredit secara proaktif.

Selain menguatnya laba bersih, posisi permodalan dan likuiditas BCA juga terjaga di tingkat yang sehat dengan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar Rp18,7% dan rasio kredit terhadap pendanaan (LFR) sebesar 81,1 per 31 Desember 2015.

“BCA menjaga posisi pendanaan yang solid dengan jumlah dana pihak ketiga sebesar Rp473,7 triliun pada 2015, naik sebesar Rp25,8 triliun atau 5,8%. Sedangkan portofolio kredit tercatat sebesar Rp387,6 triliun, tumbuh 11,9% dari tahun sebelumnya,” tandasnya.(az)

 

BACA JUGA:   Bank Mandiri Syariah Mendapatkan Tambahan Modal Rp 500 Miliar.
Previous Post

2020,Industri Transportasi Bernilai Rp 4396 Triliun

Next Post

58 Emiten Dapat ‘SP’ Karena Belum Penuhi Peraturan Saham Beredar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR