Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Jumat (2/09/2022), berpotensi sideways.
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui samuel.co.id, di Jakarta, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Sideways Hari Ini.
Bursa saham AS hari Kamis (1/9) ditutup mixed. Dow Jones +0,46%, diikuti S&P500 0,30%, dan Nasdaq ditutup -0,26% dari posisi terendah kemarin hampir -2%. Para investor bersiap untuk kenaikan suku bunga yang lebih agresif dari Federal Reserve akhir bulan ini, sehingga market lebih volatil. Data initial jobless claim turun menjadi 232k (prev: 237k) dan indeks Manufacturing PMI AS bulan Agustus tetap di 52,8.
Investor AS juga menanti rilis data nonfarm payroll dengan ekspektasi 300k (prev: 528k) dan unemployment rate yang diekspektasikan flat 3,5% di bulan Agustus yang akan dirilis Jumat ini.
Pasar komoditas bergerak mayoritas bergerak melemah. CPO -3,5% ke MYR 3.990/ton, disusul tembaga 2,8% ke level USD 341/ton, minyak 2,5% ke level USD 86,6/bbl, emas 0,9% ke level USD 1.707/toz, sementara batu bara menguat 4,4% di level USD 434/ton.
Bursa Asia ditutup melemah pada perdagangan Kamis (1/9). Kospi -2,3%, Hang Seng 1,8%, Nikkei 1,5%, dan Shanghai 0,5%.
IHSG ditutup melemah 0,36% pada hari yang sama ke level 7.153. Total keseluruhan net foreign buy sebesar Rp 384,6 miliar. Net buy asing di pasar regular Rp 233,4 miliar dan net buy di pasar negosiasi Rp 151,2 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh ADRO (Rp 196,2 miliar), BBRI (Rp 171,1 miliar), dan TLKM (Rp 80,2 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BUMI (Rp 112,7 miliar), BBCA (Rp 61,5 miliar), dan ANTM (Rp 38,7 miliar). Top leading movers emiten BBRI, ADRO, BMRI, sementara top lagging movers emiten GOTO, AMRT, MDKA.
Update kasus Covid-19 di Indonesia terdapat penambahan 4.094 kasus baru kemarin, dengan daily positivity rate 9,9%. Recovery rate 96,8% dan kasus aktif 44.434 pada hari yang sama.
Dari domestik, tingkat inflasi bulan Agustus turun dari 4,94% YoY menjadi 4,69% YoY, dipengaruhi oleh penurunan harga makanan minuman & tembakau serta transportasi. Namun, inflasi tetap berpotensi melonjak seiring penyesuaian harga BBM (Pertalite) dan solar.
Pagi ini pasar regional dibuka menguat, Nikkei 0,34% dan Kospi 0,50%. “IHSG diperkirakan bergerak sideways cenderung menguat hari ini, seiring mixed sentimen global, regional, dan domestik,” demikian tertulis.
