Jakarta-Thebusinessnews. PT BNI Tbk (BBNI) mengaku tidak khawatir dengan persoalan likuiditas, sebagai dampak dari penurunan suku bunga depositomaksimal 100 basis point(bps).
Disamping itu ketatnya likuiditas juga disebabkan rencana pemerintah mendorong perusahaan asuransi dan dana pemerintah untuk di tempatkan pada surat berharga negara (SBN)
.Direktur PT BNI Tbk (BBNI), Panji Irawan menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan langkah langkah dalam pengendalian kebutuhan likuditas.” Sehingga kami tidak khawatir adanya kekeringan likuiditas akibat dampak penarikan deposito setelah adanya penyesuaian suku bunga simpanan.” Ujar dia di Jakarta,Kamis ( 10/3/2016).
Ia menjelaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan mendapat tambahan likuiditas setidaknya Rp 7 triliun. Dengan rincian,dampak penurunan giro wajib minimun (GWM) primer mata uang rupiah satu persen berlaku tanggal 16 Maret 2016 .” Jika GWM turun satu persen BNI akan ada tambahan likuiditas sekitar Rp 3 Triliun.” Terang dia.
Disamping itu pihaknya juga berencana menerbitkan NCD (Negotiable Certificate deposit ) sebesar Rp 4 triliun.Penerbitan surat berharga itu akan dilakukan segera .”Saat ini masih menunggu persetujuan OJK ( Otoritas Jasa Keuangan).” Terang dia.
Pihaknya juga berencana akan memimjam dana dalam bentuk bilateral bond, mengenai jumlah rencana aksi korporasi terakhit r itu ia belum mau menyebutkannya .(az)