Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Rabu (7/09/2022), berpotensi melemah.
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui samuel.co.id, di Jakarta, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Melemah.
Pasar saham AS pada perdagangan semalam ditutup lebih rendah, dengan Index Dow Jones 0,55%, S&P 500 0,41%, dan Nasdaq 0,74%. Pasar bergerak lebih rendah karena adanya spekulasi kenaikan tingkat suku bunga yang lebih agresif karena data ekonomi yang kuat.
Pasar komoditas bergerak melemah dengan CPO turun 2,89% ke level MYR 3.799/ton, diikuti emas 0,5% ke level USD 1.712/toz, harga minyak 2,22% ke level USD 86,84/bbl dan harga batubara 2,7% ke level USD 451,25/ton.
Kemarin, bursa Asia ditutup bervariasi dengan index Nikkei flat, indeks Hang Seng -0,1%, sedangkan indeks Shanghai ditutup naik 1,4%.
IHSG ditutup sedikit menguat 0,02% ke level 7.233. Asing mencatatkan net buy Rp 502 miliar di pasar reguler, dan net buy Rp 48,6 miliar di pasar negosiasi. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BBCA (Rp 217,1 miliar), BUMI (Rp 103,3 miliar), dan BBRI (Rp 102,9 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh ANTM (Rp 53,3 miliar), HRUM (Rp 48,5 miliar), dan MEDC (Rp 48,3 miliar). Top leading movers emiten BUMI, UNTR, PGAS, sementara top lagging movers emiten TLKM, BMRI, BBRI.
Terjadi penambahan 3.607 kasus baru COVID-19 pada hari Selasa dengan positivity rate sebesar 9,3%. Kasus aktif mencapai 38.132 kasus.
Pagi ini pasar Asia dibuka merah dengan Nikkei -0,71% dan Kospi 0,92%. “Kami memperkirakan IHSG hari ini akan bergerak melemah mengikuti pergerakan bursa global, bursa regional dan pasar komoditas,” demikian tertulis.
