TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Berpotensi Melemah

Agus Haryanto
30 September 2022 | 05:47
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Jumat (30/09/2022) akhir pekan, berpotensi melemah.

Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui samuel.co.id, di Jakarta, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Melemah Hari Ini.

Bursa saham AS hari Kamis (29/9) ditutup melemah. Dow Jones -1,54%, diikuti S&P500 2,11%, dan Nasdaq 2,84%. Ekspektasi dipertahankannya agresivitas kenaikan suku bunga acuan the Fed untuk beberapa bulan kedepan dan kekhawatiran penurunan kinerja perusahaan di AS di Q3-2022 menjadi faktor utama yang menekan Wall Street. Pertumbuhan tingkat GDP AS di 2Q22 sesuai dengan proyeksi konsensus menjadi -0,6% QoQ (prev: -1,6% QoQ). Data initial jobless claim turun menjadi 193k (prev: 209k). Para investor juga menanti rilis data personal income & spending AS bulan Agustus yang diproyeksikan naik menjadi masing-masing 0,3% dan 0,2%.

Pasar komoditas bergerak mixed. Minyak -0,18% ke level USD 81,7/bbl, dan batu bara 2,5% di level USD 409/ton, sementara emas menguat 0,21% ke level USD 1.671/toz, tembaga 1,6% ke level USD 343/ton, dan CPO 3,7% ke MYR 3.343/ton

Bursa Asia ditutup melemah pada perdagangan Kamis (29/9), Nikkei +0,95%, dan Kospi 0,08, sementara hang Seng -0,49%, dan Shanghai -0,13%.

IHSG ditutup melemah 0,58% pada hari yang sama ke level 7.036. Investor asing mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp 622,8 miliar. Net sell asing di pasar regular Rp 567,6 miliar dan net sell di pasar negosiasi Rp 55,2 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BBRI (Rp 291,4 miliar), TLKM (Rp 103,4 miliar), dan BBCA (Rp 95,3 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BUMI (Rp 58,1 miliar), ADRO (Rp 56,2 miliar), dan BRMS (Rp 39,5 miliar). Top leading movers emiten BBCA, ADRO, MEGA, sementara top lagging movers emiten GOTO, BBRI, TLKM. Indeks EIDO ditutup melemah -1.76%.

BACA JUGA:   Energi Baru Harus Cari Dana Murah Luar Negeri

Update kasus Covid-19 di Indonesia terdapat penambahan 2.003 (+4,6%) kasus baru kemarin, dengan daily positivity rate 6,1%. Recovery rate 97,3% dan kasus aktif 18.357 pada hari yang sama.

Untuk saat ini, pelaku pasar cenderung wait and see terhadap data inflasi Indonesia di September 2022 (3/10) yang menjadi salah satu pertimbangan keputusan RDG BI di November 2022 yang diperkirakan mencapai 5,94% YoY & 1,19% MoM.

Pagi ini pasar regional dibuka melemah, Nikkei 0,69% dan Kospi 0,29%.

“IHSG diperkirakan melemah hari ini, seiring sentimen negatif pasar global dan regional,” demikian tertulis.

Previous Post

Ekonomi Digital RI Capai US$ 150 M, Pemerintah Harus Siapkan Infrastruktur dan Tingkatkan SDM

Next Post

Terapkan Konservasi Energi, SBI Pabrik Cilacap Gaet Penghargaan Level ASEAN

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR