Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Jumat (30/09/2022) akhir pekan, berpotensi melemah.
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui samuel.co.id, di Jakarta, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Melemah Hari Ini.
Bursa saham AS hari Kamis (29/9) ditutup melemah. Dow Jones -1,54%, diikuti S&P500 2,11%, dan Nasdaq 2,84%. Ekspektasi dipertahankannya agresivitas kenaikan suku bunga acuan the Fed untuk beberapa bulan kedepan dan kekhawatiran penurunan kinerja perusahaan di AS di Q3-2022 menjadi faktor utama yang menekan Wall Street. Pertumbuhan tingkat GDP AS di 2Q22 sesuai dengan proyeksi konsensus menjadi -0,6% QoQ (prev: -1,6% QoQ). Data initial jobless claim turun menjadi 193k (prev: 209k). Para investor juga menanti rilis data personal income & spending AS bulan Agustus yang diproyeksikan naik menjadi masing-masing 0,3% dan 0,2%.
Pasar komoditas bergerak mixed. Minyak -0,18% ke level USD 81,7/bbl, dan batu bara 2,5% di level USD 409/ton, sementara emas menguat 0,21% ke level USD 1.671/toz, tembaga 1,6% ke level USD 343/ton, dan CPO 3,7% ke MYR 3.343/ton
Bursa Asia ditutup melemah pada perdagangan Kamis (29/9), Nikkei +0,95%, dan Kospi 0,08, sementara hang Seng -0,49%, dan Shanghai -0,13%.
IHSG ditutup melemah 0,58% pada hari yang sama ke level 7.036. Investor asing mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp 622,8 miliar. Net sell asing di pasar regular Rp 567,6 miliar dan net sell di pasar negosiasi Rp 55,2 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BBRI (Rp 291,4 miliar), TLKM (Rp 103,4 miliar), dan BBCA (Rp 95,3 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BUMI (Rp 58,1 miliar), ADRO (Rp 56,2 miliar), dan BRMS (Rp 39,5 miliar). Top leading movers emiten BBCA, ADRO, MEGA, sementara top lagging movers emiten GOTO, BBRI, TLKM. Indeks EIDO ditutup melemah -1.76%.
Update kasus Covid-19 di Indonesia terdapat penambahan 2.003 (+4,6%) kasus baru kemarin, dengan daily positivity rate 6,1%. Recovery rate 97,3% dan kasus aktif 18.357 pada hari yang sama.
Untuk saat ini, pelaku pasar cenderung wait and see terhadap data inflasi Indonesia di September 2022 (3/10) yang menjadi salah satu pertimbangan keputusan RDG BI di November 2022 yang diperkirakan mencapai 5,94% YoY & 1,19% MoM.
Pagi ini pasar regional dibuka melemah, Nikkei 0,69% dan Kospi 0,29%.
“IHSG diperkirakan melemah hari ini, seiring sentimen negatif pasar global dan regional,” demikian tertulis.
