
Jakarta-Thebusinessnews.Manajemen PT Blue Bird Tbk (BIRD) mengaku mengalami dampak dari taksi online. Untuk itu beberapa langkah telah disiapkan manajemen.
” Kami mengakui ada dampak dari adanya taksi online, namum besar kecilnya dampak itu kami akan sampaikan dalam satu minggu mendatang saat laporan keuangan audited.” Ujar Direktur BIRD,Sigit Priawan Djokosoetono di Jakarta,Jumat(18/3/2016).
Ia menjelaskan, langkah pertama yang dilakukan dengan meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Hal itu ditandai dengan meningkatkan jumlah MPV ( multi purpose Vihicle).” Saat ini jumlahnya baru 2000 armada namum kedepan akan ditingkatkan seiring tambahan permintaan.” Terang dia.
Langkah kedua, dengan menyempurnakan aplikasi apps BIRD. Ia menceritakan,aplikasi apps sebenarnya telah di luncurkan sejak 2011 namun saat itu masih sebatas apps blakberry dengan nama ‘My Blue Bird’. Seiring waktu aplikasi apps adroid dan IOS juga diluncurkan ” kami akan sempurnakan apps kami agar lebih digunakan oleh pengemudi maupun pelangga kami.” Terang dia.
Selanjutkan,pihaknya juga akan melakukan efisiensi dengan cara menganti bahan bakar kendaraan dari BBM ( bahan bakar minyak) ke BBG ( Bahan Bakar gas.”Langkah diatas diharapkan dapat memperbaiki layanan dan tarif lebih bersaing.” Terang dia
Disamping itu, pihaknya juga tengah melakukan pendekatan kepada pemerintah agar dalam industri angkutan umum premium ini terdapat persaingan usaha yang sehat. Dimana persoalan perpajakan antara taksi resmi dan online terdapat perbedaan perlakuan.” Kami ( taksi resmi ) membayar pajak badan , pajak pribadi, uji kendaraan (KIR) dan lainnya,lalubagaimana perlakukan taksi online?” Ucap dia.(az)