TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Di Awal Pekan, IHSG Berpotensi Koreksi

Agus Haryanto
10 October 2022 | 04:35
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Senin (10/10/2022) awal pekan, berpotensi terkoreksi.

Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui samuel.co.id, di Jakarta, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Koreksi.

Pada penutupan Jumat lalu (7/10), pasar AS bergerak melemah. Dow Jones melemah 2,11%, diikuti S&P 500 2,8%, dan Nasdaq 3,8%. Perhatian pasar global pada minggu ini akan tertuju pada rilis data US inflation pada kamis waktu setempat dengan ekspektasi untuk headline inflation akan lebih moderat namun untuk core inflation meningkat di September kemarin.

Selanjutnya, akan ada beberapa rilis laporan keuangan bank besar US seperti JP Morgan, Morgan Stanley, Wells Fargo, dan Citigroup minggu ini.

Pasar komoditas terpantau bergerak cenderung menguat pada Jumat (7/10) kemarin. Minyak WTI menguat 5,37% ke level USD 93,2/bbl, Brent 4,27% level USD 98,45/bbl. Harga batubara naik 0,21% ke level USD 385,8/ton, nikel melemah 1,07% ke level USD 22.434, sebaliknya CPO menguat 1,14% ke level MYR 3.630. Harga emas terpantau melemah 1,1% ke level USD 1.701/toz.

Bursa Asia bergerak melemah pada Jumat (7/10) kemarin. Kospi melemah 0,22%, setelah itu Nikkei 0,71%, Hang Seng 1,51%, dan Shanghai closed.

IHSG pada hari Jumat (7/10) ditutup melemah 0,7% ke level 7.026, dengan net sell Rp 1,3 triliun. Pasar reguler asing mencatatkan net sell sebesar Rp 1,35 triliun, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy Rp 48,8 miliar. Angka net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BMRI (Rp 54,4 miliar), INCO (Rp 46,8 miliar), dan PTBA (Rp 22,4 miliar). Sementara itu, angka net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak BBCA (Rp 465,7 miliar), BBRI (Rp 336,3 miliar), dan TLKM (Rp 245,9 miliar). Top leading movers adalah BUMI, BMRI, dan BRMS, sedangkan BBCA, BBRI, dan TLKM menjadi top lagging movers.

BACA JUGA:   IHSG Berpotensi Alami Konsolidasi

Terjadi penambahan 1.639 kasus baru COVID-19 di Indonesia pada hari Minggu (09/10) dengan jumlah kasus sembuh yang lebih sedikit sebanyak 1.526. Daily positive rate sebesar 6,96%; overall positive rate: 9,08%; recovery rate: 97,3%; kasus aktif: 16.208.

Pagi ini Nikkei dibuka melemah 0,71% dan KOSPI 0,31%. “Kami memperkirakan IHSG berpotensi terkoreksi pada hari ini, seiring dengan sentimen beragam dari pergerakan bursa global dan bursa regional,” demikian tertulis.

Previous Post

Perkuat Kerjasama Bidang Pertanahan, SKK Migas Rangkul Kanwil ATR/BPN Kalimantan Timur

Next Post

Saham Mitra Adiperkasa, Salah Satu Rekomendasi di Hari Ini

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR