Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Senin (26/04/2021) berpotensi mengalami konsolidasi.
Dalam laman samuel.co.id, tim riset Samuel Sekuritas Indonesia, di Jakarta, menyatakan bahwa pada penutupan Jumat pekan lalu (23/4) pasar AS kembali bergerak menguat. Indeks Dow Jones naik 0,67%, diikuti S&P500 (1,09%), dan Nasdaq (1,44%), setelah sebelumnya cenderung cenderung terkoreksi akibat kebijakan Biden untuk menaikkan pajak capital gain sebesar 39,6%. Sentimen global yang dapat diperhatikan pekan ini, diantaranya, kekhawatiran akan kembali naiknya kasus COVID-19 di India, rilis data GDP AS (prev: 4,3%, kontra: 6,5%), dan rapat The Fed untuk menentukan suku bunga AS yang akan dilaksanakan di pekan ini.
Dari dalam negeri, terjadi penambahan 4.402 kasus baru COVID-19 pada hari Minggu (25/4) (Sabtu: 4.544 kasus) dengan tingkat positif sebesar 13,5% (Sabtu: 10,8%). Sejauh ini, telah ditemukan sebanyak 1,64 juta kasus COVID-19 di Indonesia, dengan 1,49 juta di antaranya sembuh (tingkat pemulihan 91,2%). Terkait vaksinasi, sejauh ini 11.7 juta orang di Indonesia telah menerima dosis pertama vaksin COVID-19 (+34 ribu pada Minggu) dan 6,8 juta telah menerima dosis kedua (+37 ribu pada Minggu), merefleksikan 6,5% dari total target.
IHSG melemah 1,14% selama sepekan lalu, namun bergerak menguat 0,38% pada hari Jumat (23/4) ke level 6.016. Penjualan bersih satu tahun lalu tercatat sebesar IDR -843 miliar (IDR -42 miliar pada Jumat). Untuk pekan ini, cukup minim sentimen yang dapat menggerakkan pasar.
Pagi ini pasar regional dibuka mixed, dengan Kospi + 0.36% dan Nikkei -0.20%. “Untuk IHSG pada hari ini, kami perkirakan masih akan cenderung berkonsolidasi dan bergerak datar,” demikian tertulis.
