Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Kamis (13/10/2022), diperkirakan kembali melemah.
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui samuel.co.id, di Jakarta, memperlihatkan judul IHSG Diperkirakan Bergerak Melemah.
Bursa AS semalam ditutup melemah, dengan ditandai DJIA -0,1%, diikuti S&P500 0,3%, dan Nasdaq 0,1%, seiring dengan risalah rapat FOMC yang mengumumkan bahwa The Fed akan terus menaikkan suku bunga hingga adanya penurunan inflasi.
Selain itu, pelaku pasar juga menunggu beberapa data ekonomi, seperti data inflasi untuk bulan September dan initial jobless claim yang akan dirilis nanti malam.
Pasar komoditas terpantau bergerak bervariasi, dengan minyak -1,7% ke level USD 87/bbl, sedangkan nikel +2,8% menjadi USD 22.049/ton, emas 0,4% menjadi USD 1.680/ toz, dan batu bara 5,0% ke level USD 408/ton.
Bursa Asia kemarin ditutup bervariasi. Hang Seng -0,8%, Nikkei flat 0,0%, Kospi +0,5%, dan Shanghai 1,5%.
Di perdagangan kemarin, IHSG ditutup flat -0,4% ke level 6.909, dengan net buy asing di pasar reguler Rp 28 miliar dan di pasar negosiasi Rp 182 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BMRI (Rp 211 miliar), ADRO (Rp 105 miliar), dan BBRI (Rp 67 miliar). Sementara itu, net sell asing tertinggi dicatatkan oleh ASII (Rp 271 miliar), TLKM (Rp 47 miliar), dan TOWR (Rp 46 miliar). Top leading movers adalah BMRI, BBCA, BYAN dan top lagging movers adalah GOTO, ASII, BBRI.
Terjadi penambahan 2.028 kasus baru COVID-19 kemarin, dengan positivity rate sebesar 3,3% (recovery rate: 97,3%, kasus aktif: 17.123).
Pagi ini pasar regional dibuka mixed dengan Kospi -0,2% dan Nikkei flat +0,01%. “Dengan sentimen dari bursa global dan regional, hari ini IHSG kami perkirakan akan bergerak melemah,” demikian tertulis.
