Jakarta, TopBusiness—Setelah mencatat PDB turun selama masa awal Covid-19, Asean-5 mengalami pemulihan meyakinkan. PDB triwulanan terbaru tercatat sebesar naik 4,7%, berbeda dengan pertumbuhan rata-rata 1,4% untuk Asia Utara. Hal itu dijelaskan dalam laporan DBS CIO Insight, yang diterima oleh Majalah TopBusiness, pagi tadi.
Unsur kunci untuk kinerja Asean di atas rata-rata adalah dimulainya pembukaan kembali industri perhotelan, makanan dan minuman, penerbangan, kesehatan. Dan oleh layanan pariwisata yang mulai pulih dengan kuat, didukung oleh dimulainya kembali perjalanan global.
Kenaikan suku bunga juga menguntungkan bank karena mereka mengalami pertumbuhan margin bunga bersih. “Kartu kredit dan biaya transaksi juga diperkirakan meningkat seiring dengan pembukaan kembali dan pertumbuhan lebih tinggi angka PDB”, demikian dijelaskan oleh laporan tersebut.
Terakhir, negara Asean tertentu ditopang oleh inflasi karena mereka adalah negara eksportir komoditas. Indonesia adalah contoh utama karena memasok energi (batubara dan gas alam) serta komoditas pangan lain (minyak sawit) dan logam (nikel, litium, dan kobalt) ke seluruh dunia.
