TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kasus Meningkat, KAEF dan INAF Diminta untuk Cek Terlebih Dahulu Kondisi Obat

Busthomi
24 October 2022 | 11:02
rubrik: Ekonomi
Ini Komitmen Kimia Farma Dukung Kemandirian Industri Farmasi

Salah satu apotek milik PT Kimia Farma Tbk saat ini sangat selektif dalam menjual obat sirup terkait maraknya kasus gagal ginjal pada anak. Menteri BUMN Erick Thohir pun meminta BUMN farmasi untuk memeriksa kondisi obat terlebih dahulu agar tidak membahayakan masyarakat. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memerintahkan seluruh BUMN farmasi seperti PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan PT Indofarma Tbk (INAF) serta rumah sakit-rumah sakit (RS) BUMN untuk memeriksa ulang ketentuan obat-obatan menyusul munculnya kasus gangguan ginjal akut misterius (acute kidney injury atau AKI).

Erick menekankan keamanan dan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam layanan kesehatan di BUMN.

“Saya sudah meminta Kimia Farma sejak awal untuk mengecek obat-obatan, tidak hanya obat batuk, tapi obat-obatan yang lain yang memang harus aman dan sesuai,” ujar Erick di Jakarta, akhir pekan lalu, dikutip Senin (24/10/2022).

Erick menilai BUMN harus mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan. Dia tak ingin adanya pemikiran meraih keuntungan dalam situasi yang terjadi saat ini, seperti halnya saat pandemi.

“Kita harus berbicara tentang keselamatan karena itu saya minta Kimia Farma benar-benar menjaga supaya jangan sampai ketika masyarakat yang hari ini lagi susah ditambah lagi terbenani dengan isu-isu obat yang bahkan merenggut nyawa masa depan anak-anak Indonesia,” lanjut Erick.

Erick mengatakan upaya pencegahan secara maksimal adalah bentuk konkret dari rasa keprihatinan yang terjadi akibat meninggalnya sejumlah anak-anak Indonesia. Untuk itu, pria kelahiran Jakarta tersebut terus mendorong Kimia Farma, Indofarma, RS BUMN, dan apotek-apotek Kimia Farma untuk mensortir jenis-jenis obat yang belum ada pernyataan aman.

“Itu harus kita siapkan secara menyeluruh,” perintah Erick.

BACA JUGA:   Harga Minyak Dunia Terkoreksi
Tags: INAFKAEFkasus ginjal pada anakobat-obatanPT Indofarma TbkPT Kimia Farma Tbk
Previous Post

Garuda Indonesia Targetkan Restrukturisasi Tuntas di Akhir Tahun

Next Post

Rekomendasi Saham untuk Pekan Ini, dari Analis Indo Premier

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR