Jakarta, TopBusiness – Pelaku pasar komoditas merasakan kekhawatiran terkait kelebihan pasokan minyak mentah dan minimnya kemajuan proses kesepakatan antara Beijing dengan Washington DC. Itu menyebabkan harga minyak mentah dunia terkoreksi.
Rusia yang merupakan bagian dari OPEC plus dikabarkan akan tetap memperpanjang komitmenya dalam pembatasan produksi minyak. Sementera kelompok negara-negara pengekspor minyak atau OPEC sendiri bertekad untuk memotong produksi minyak gabungan sebanyak 1,2 juta barel per hari mulai 1 Januari tahun depan. Semuanya dilakukan untuk menyeimbangkan pasar komoditas emas hitam tersebut.
Sedangkan dari konflik dagang China dan Amerika hingga saat ini belum menunjukkan kejelasan. Bahkan prospek kesepakatan tak kunjung menemui titik temu hingga terjadi kesuraman. Perselisihan jangka panjang tersebut telah memukul prospek pertumbuhan ekonomi.
Di London ICE Futures Exchange, jenis minyak brent untuk pengiriman Januari 2020 turun USD 1,53 (2,5 persen) ke posisi USD 60,91 per barel. Sementara, west texas intermediate di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman Desember 2019 jatuh USD 1,84 (3,2 persen) menjadi USD 55,21.
Penulis: Agus H
