Jakarta, TopBusiness — Kinerja PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) terus mencatatkan performa positif hingga akhir September 2022 itu.
Buktinya, pada periode Januari-September 2022, emiten consummer goods dengan kode saham UNVR itu membukukan laba bersih mencapai Rp4,6 triliun atau bertumbuh 5,3 persen secara tahunan (year-on-year).
Menurut Presiden Direktur UNVR, Ira Noviarti pertumbuhan laba bersih tersebut ditopang perolehan penjualan bersih di sepanjang sembilan bulan pertama 2022 lalu yang mencapai Rp31,5 triliun atau meningkat 5 persen (y-o-y).
“Berdasar laporan Nielsen, daya saing kami di kuartal ketiga menguat. Market share perseroan meningkat dalam tiga bulan terakhir dibandingkan tiga bulan sebelumnya, baik secara value maupun volume. Bisnis e-Commerce dan Unilever Food Solutions (UFS) bertumbuh lebih dari 50 selama selama kuartal ketiga ini,” papar Ira dalam paparan publik yang dilakukan secara online, Kamis (27/10/2022).
Guna dapat melanjutkan komitmen memperkuat fundamental dan daya saing, kata Ira, UNVR menjalankan lima prioritas strategis, yakni memperkuat dan unlock potensi penuh dari brand-brand besar dan produk utama melalui inovasi, serta program marketing untuk mendorong pertumbuhan pasar.
Kedua, memperluas dan memperkaya portfolio ke premium dan value, selanjutnya adalah memperkuat kepemimpinan di channel utama (GT dan Modern Trade) maupun e-commerce. Lalu penerapan e-Everything di semua lini bisnis dan pengembangan bisnis.
Ira menambahkan, UNVR sudah memulai transformasi channel sejak Semester II-2022. “Mulai Kuartal III-2022 kami mengurangi stok di sisi trade dan langkah ini akan berlanjut di kuartal keempat tahun ini,” imbuhnya.
Lebih lanjut Ira menambahkan, Unilever juga sudah melakukan investasi yang tepat untuk meningkatkan daya saing brand-brandnya. Hal ini dilakukan dengan peningkatan investasi periklanan sebesar 27% dibandingkan tahun lalu, dan peningkatan pengeluaran trade di channel utama.
Untuk memperkuat fundamental sekaligus memastikan kemampuan untuk terus bersaing di masa depan (future-fit), Perseroan juga memulai perjalanan transformasi channel-nya di semester 2 2021.
“Saya melihat pentingnya membangun bisnis yang future-fit dan menciptakan sistem yang efisien, sehingga kami bisa bergerak lebih gesit dan tangkas untuk merespon pasar. Dengan demikian, inovasi kami akan menjangkau konsumen lebih cepat dan kami dapat membantu customer mendorong pertumbuhan penjualan sell-out yang kompetitif,” kata Ira.
Tidak terpengaruh dengan pengurangan stok ini, penjualan Perseroan pada outlets atau pada konsumen melalui customer telah bertumbuh kuat sebesar 7,1% di kuartal III tersebut.
