Jakarta, TopBusiness—Industri telur ayam ras nasional tidak bisa berdiri sendiri, tetapi juga membutuhkan peran serta badan usaha milik negara (BUMN) sebagai penyeimbang. Saat ini para peternak masih sangat bergantung kepada perusahaan swasta dalam penyediaan bahan baku input produksi.
“Untuk itu, pemerintah akan menghadirkan BUMN untuk mengendalikan bibit ayam petelur melalui pemberian alokasi importasi khusus kepada BUMN. Hal ini diharapkan dapat memberikan akses yang lebih mudah bagi peternak rakyat,” kata Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI (Kemendag), Syailendra, hari ini.
Pemerintah akan berdiri bersama peternak telur ayam dan akan selalu memperjuangkan peternak rakyat agar tidak mengalami kerugian. Kesejahteraan peternak menjadi salah satu fokus utama dari pemerintah, tentunya juga dengan tidak mengesampingkan kesejahteraan konsumen.
“Kemendag bersama Bapanas (Badan Pangan Nasional) dan kementerian lain bertugas untuk membantu peternak rakyat agar tidak mengalami kerugian, sehingga peternak semangat berproduksi dalam jumlah yang cukup, terlebih di tengah ancaman krisis pangan global,” ujar Syailendra secara tertulis ke wartawan.
