Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini berpotensi bergerak menguat.
Daily Research Report oleh Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, menyatakan bahwa IHSG Berpotensi Bergerak Menguat.
Pada perdagangan semalam Bursa AS ditutup menguat. Dow Jones naik 0,40%, S&P 500 0,75% dan Nasdaq 0,75%. Penguatan terjadi setelah risalah pertemuan Federal Reserve yang menunjukkan bank sentral akan tetap agresif dalam kebijakannya untuk mengatasi inflasi yang tinggi.
Pasar komoditas terpantau bergerak bervariasi. Minyak turun 5,3% ke level USD 72,9/bbl, menyusul nikel 6,7% ke level USD 29.248 dan CPO -1,0% ke level MYR 4.171. Sedangkan batubara menguat 0,9% ke level USD 363,7/ton dan emas terpantau naik +0,7% ke level USD 1.859/toz.
Bursa Asia kemarin (4/1) ditutup bervariasi. Nikkei turun 1,45%, Hang Seng naik 3,22%, dan Shanghai naik 0,22%.
IHSG ditutup turun 1,10% ke level 6.813,2. Investor asing mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp 432,3 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 495,9 miliar, dan pada negosiasi pasar tercatat net buy asing sebesar Rp 63,6 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BBCA (Rp 328,1 miliar), BBRI (Rp 103,2 miliar), dan TLKM (Rp 69,2 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh ANTM (Rp 76,4 miliar), BMRI (Rp 57,8 miliar), dan MDKA (Rp 49,6 miliar). Top leading movers dicatatkan oleh BMRI, GOTO, DCII, sementara top lagging movers emiten BBCA, BBRI, ADRO.
Terjadi penambahan 597 kasus baru COVID-19 di Indonesia (4/1) dengan daily positivity rate sebesar 1,96%. Kasus sembuh sebanyak 665 dengan recovery rate sebesar 97,47%
Pagi ini pasar regional dibuka menguat, Kospi +0,54% dan Nikkei 0,42%. “IHSG kami perkirakan akan bergerak menguat hari ini seiring dengan sentimen global dan regional,” demikian tertulis.
