Jakarta, TopBusiness – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk baru saja menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Dengan agenda menyetujui pengunduran diri Heru Budi Hartono sebagai Komisaris perseroan. Pengunduran diri Heru dilakukan sehubungan yang bersangkutan telah diangkat menjadi Penjabat Gubernur DKI Jakarta.
Adapun sebagai penggantinya, RUPSLB juga menyetujui pengangkatan M Yusuf Permana sebagai Komisaris Bank BTN menggantikan Heru Budi Hartono. Selain itu, RUPSLB pun menyepakati pengangkatan kembali Andi Nirwoto sebagai Direktur IT & Digital Bank BTN.
Dengan adanya komposisi Komisaris yang baru ini, Bank BTN semakin optimistis dalam mencapai target menjadi The Best Mortgage Bank di Asia Tenggara pada tahun 2025.
Menurut Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo, di tengah dinamika makro ekonomi nasional dan global, serta kondisi Indonesia yang masih dalam tahap pemulihan Perekonomian Nasional pasca pandemi Covid-19 pada tahun 2022, perseroan optimistis menyambut tahun 2023.
Pada akhir tahun 2022 lalu, Bank BTN berhasil menyelesaikan target bisnis dengan baik. BTN akan kembali pada masa kejayaannya dimana tahun 2022 akan ditutup dengan raihan kinerja terbaik dalam 10 tahun terakhir.
“Pencapaian itu menunjukkan ‘that we are back on track’. Kami akan menjaga pencapaian ini agar dapat sustain ke depan dengan terus melakukan evaluasi, perbaikan serta peningkatan layanan, sehingga tujuan besar Bank BTN menjadi The Best Mortgage Bank in South East Asia pada Tahun 2025 dapat terwujud,” tegas Haru, Rabu (11/1/2023).
Selain itu, rights issue yang merupakan salah satu strategi inisiatif dari Bank BTN untuk meningkatkan kapasitas dalam menyalurkan kredit perumahan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia, telah berjalan lancar dengan tingginya jumlah permintaan yang masuk, sehingga rights issue BTN ini mengalami oversubscribed sekitar 1,6 kali.
“Saya mewakili seluruh jajaran Manajemen Bank BTN ingin mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah RI, pemegang saham publik dan stakeholder lainnya yang telah mendukung proses rights issue perseroan sehingga berjalan lancar dan sukses. Kelebihan permintaan rights issue Bank BTN merupakan kepercayaan yang besar dari para pemegang saham Bank BTN terhadap kinerja perseroan,” imbuhnya.
Di tempat yang sama, Wakil Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu mengatakan, perseroan masih tetap optimistis dalam menyambut tahun 2023 ini, meksi pun disebut banyak sebagai tahun yang memasuki resesi.
Di tahun lalu, laju kredit Bank BTN sudah tumbuh 8,5% di mana yang dominan disokong oleh segmen Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi yang bertumbuh double digit. Dan tahun ini, BTN kian sumringat mengingat kuota untuk KPR subsidi meningkat, ditambah lagi akan banyak dukungan dari segmen lainnya, seperti Tapera, dan lainnya. Selain itu, kredit consumer dan UMKM juga bakal terus meningkat.
“Jadi di tahun 2023 ini kami tetap yakin kredit bisa bertumbuh di angka 10-11 persen, sekalipun di kondisi di tahun ini akan sulit,” ujar Nixon dengan menambahkan pihaknya tetap mengetatkan mitigasi risiko kredit di tahun yang sulit ini seperti biasa berdasarkan regulasi yang sudah ada.
