TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Modal Tambah Rp 1 Triliun, Bank DKI Batal IPO

Nurdian Akhmad
27 February 2014 | 07:53
rubrik: Finance
Ilustrasi/Istimewa
Ilustrasi/Istimewa

 

Jakarta, businessnews.id — Bank DKI dalam waktu dekat akan mendapat tambahan modal sebesar Rp 1 triliun dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sebagai pemegang 99,94 persen saham.

“Pemprov DKI telah mengalokasi Rp 1 triliun dalam APBD DKI 2014, dan itu sudah disetujui Kementerian Dalam Negeri. Semoga dalam waktu dekat akan masuk, dengan demikian modal disetornya telah mencapai Rp 2,931 triliun,” terang Direktur Utama Bank DKI, Eko Budiwiyono, di Jakarta (26/2/14).

Tambahan modal disetor tersebut juga ikut mengurungkan niat Bank DKI mencari dana di pasar modal melalui IPO (initial public offering) di tahun 2014 ini. Sebelumnya Bank DKI telah mendengungkan upaya IPO sejak tahun 2011. “Pemilik kami telah berkomitmen untuk terus memerkuat modal disetor sebelum melakukan IPO.”

Pemprov DKI juga telah menyetujui pembagian laba atau deviden menjadi 35 persen dari 55 persen, besaran itu akan terus dipertahankan guna menjaga kecukupan modal.

Lebih lanjut Eko menjelaskan, Bank DKI di tahun 2013 berhasil mencatatkan laba setelah pajak Rp 592 miliar, angka ini tumbuh 74,63 persen dibanding tahun 2012 sebesar Rp 339 miliar.

Pertumbuhan laba siginifikan tersebut didorong oleh adanya pertumbuhan laba operasional sebesar 67,50 persen dari Rp 440 miliar di tahun 2012 menjadi Rp 737 miliar di tahun 2013. “Sedangkan pendapatan bunga bersih terdongkrak 37,67 persen dari Rp 1,2 triliun di tahun 2012 menjadi Rp 1,66 triliun di tahun 2013.”

Sementara untuk penyaluran kredit di tahun 2013, Bank DKI berhasil menyalurkan sebesar Rp 20,02 triliun; angka itu meningkat 37,57 persen dibanding tahun 2012 yang sebesar Rp 14,55 triliun.

Kata Eko pula, dari sisi dana pihak ketiga (DPK), Bank DKI mengalami pertumbuhan 7,15 persen di tahun 2013 menjadi Rp 22,12 triliun. Itu dengan komposisi giro sebesar Rp 11,18 triliun atau 50,58 persen dari total DPK; deposito Rp 5,90 triliun; tabungan Rp 5,02 triliun.

BACA JUGA:   Pefindo Tegaskan Peringkat BRI Agro

Untuk tahun 2014, Bank DKI menargetkan perolehan laba sebelum pajak mencapai Rp 1 triliun. Dan terjadi peningkatan aset menjadi Rp 37 triliun. “Untuk pertumbuhan penyaluran kredit , ditargetkan sebesar 27,2 persen di akhir tahun 2014,” ucap Eko.

LDR Naik

Sementara itu, Direktur Keuangan Bank DKI Beny Santoso mengatakan, ada peningkatan besaran LDR (loan to deposit ratio) sebesar 95,20 persen untuk tahun 2013. Itu berarti naik 73,5 persen ketimbang tutup buku tahun 2012.

Peningkatan LDR tersebut terjadi pada akhir tahun 2013. “Kalau di bulan November 2013 masih di angka 70-an persen, namun pada bulan Desember 2013 meningkat menjadi 95,20 persen,” kata dia.

Ditambahkannya, hal itu disebabkan oleh pencairan dana-dana proyek di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Dan itu juga terjadi di bank besar lainnya sehingga masing masing bank menarik dana dari bank lain.

Agar tidak kekurangan likuiditas, Beny mengatakan, pihaknya berencana menggenjot pencarian dana dari luar Pemrov DKI seperti dengan membuka layanan priority banking.

“Di samping itu di setiap unit layanan Bank DKI di tahun 2014 ini tidak hanya difokuskan mengucurkan kredit tapi juga mencari dana.” (ABDUL AZIZ)

Tags: bank dki 2014
Previous Post

Laba Unit Syariah Bank DKI Naik 100 Persen

Next Post

Bank Mandiri Akan Akuisisi InHealth Rp 1,7 Triliun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR