Jakarta, TopBusiness – Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bustanul Arifin menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah (Pemda) dalam mendukung upaya pengendalian inflasi.
Salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah dengan mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam menjaga stok pangan.
“BUMD harus berperan, tidak bisa hanya mengandalkan petani. Peran BUMD ini untuk manajemen stok penting,” kata Bustanul Arifin seperti dikutip Jumat (13/1/2023).
Menurut Bustanul Arifin, inflasi perlu dijaga agar tidak terlalu rendah ataupun terlalu tinggi yang dapat mengganggu kondisi ekonomi dalam negeri.
“Jadi inflasi yang baik itu rendah apa tinggi? Ibaratkan saja dengan tekanan darah, rendah anjlok, tinggi juga payah. Tinggi lebih jelek dibandingkan rendah, begitu secara umum,” kata Bustanul.
Selain penguatan BUMD, langkah penting lainnya dalam mendukung upaya pengendalian inflasi adalah dengan memperkuat kerja sama antar daerah (KAD).
Adapun bentuk-bentuk kerja sama yang dapat dilakukan misalnya kombinasi kerja sama bisnis (B to B) dan kerja sama pemerintah (G to G).
“Berikutnya adalah contract farming, di mana petani daerah produsen mengirimkan produk atau hasil panen kepada pembeli daerah lain, khususnya daerah konsumen,” jelasnya.
Bustanul Arifin menambahkan, strategi lainnya adalah on-farm, di mana sektor swasta atau pembeli melakukan pendampingan petani, aplikasi teknologi modern, smart farming, digitalisasi rantai nilai, dan lainnya.
Selanjutnya stand-by buyer, di mana pembeli daerah lain siap sedia membeli hasil panen. Strategi lainya seperti off-taker, pergudangan, hingga pendampingan.
Kerja sama antar daerah ini mohon bisa diadopsi, dimodifikasi sesuai dengan kondisi setempat. Kekhasannya tentu daerah masing-masing yang perlu jadi ujung tombak,” tandas Bustanul.
