Jakarta, TopBusiness—Bank Indonesia meyakini kenaikan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 225 bps sejak Agustus 2022 hingga menjadi 5,75% di hari ini, memadai untuk memastikan inflasi inti tetap berada dalam kisaran 3,0% plus-minus 1% pada semester I 2023.
“Dan memadai untuk memastikan dan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) kembali ke dalam sasaran 3,0% plus-minus 1% pada semester II 2023,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Erwin Haryono, di Jakarta hari ini secara tertulis.
Kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah untuk mengendalikan inflasi barang impor (imported inflation) diperkuat dengan operasi moneter valas. “Termasuk implementasi instrumen berupa term deposit (TD) valas dari Devisa Hasil Ekspor (DHE) sesuai mekanisme pasar,” kata dia.
Ia pun menjelaskan bahwa Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 Januari 2023 memutuskan untuk menaikkan BI7DRR sebesar 25 bps menjadi 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 5,00%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,50%.
Keputusan kenaikan suku bunga yang lebih terukur ini merupakan langkah lanjutan untuk secara front loaded, pre-emptive, dan forward looking memastikan terus berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan inflasi ke depan.
