Jakarta, TopBusiness—LKM Rangkasbitung terus memfokuskan penyaluran kredit ke sektor produktif, bukan kepada sektor konsumtif. Pada saat ini, sebanyak 75% dari kredit yang diberikan, merupakan kredit produktif. Sedangkan porsi kredit konsumtif hanya 25%.
“Jadi, berbeda dengan BUMD [sejenis], kami fokusnya ke kredit produktif,” kata Direktur Utama LKM Rangkasbitung, Frengky Nainggolan, dalam presentasi untuk Dewan Juri Top BUMD Awards 2023 (25/1/2023), yang digelar Majalah TopBusiness bekerja sama dengan sejumlah lembaga.
Frengky menjelaskan bahwa, dalam penitikberatan ke kredit produktif tersebut, LKM Rangkasbitung sangat mendapatkan dukungan dari pemda (pemerintah daerah) selaku pemegang saham.
“Jadi, dalam hal ini, kami sangat didukung pemda untuk memberdayakan masyarakat yang tidak bankable dalam menjalankan usaha,” ia menegaskan.
Pada kesempatan itu, ia memaparkan performa keuangan LKM Rangkasbitung. Antara lain, dijelaskannya bahwa rasio NPL net untuk tahun 2022 hanya sebesar 0,35%. Sedangkan NPL bruto ada di 2,94%. Rasio CAR di 79,66%.
Pertumbuhan pun terjadi di sejumlah indikator keuangan lain untuk tahun 2022 dibandingkan tahun 2021. Antara lain, nilai DPK naik 147%; aset naik 117%; kredit naik 121%; laba naik 141%.
Kondisi tersebut sangat berbeda dengan di tahun 2016. “Di tahun 2016 itu, saat saya mulai menjabat, kami dicap oleh OJK sebagai LKM terburuk di Indonesia. Saat ini berbeda. Mulai tahun 2018, kami sudah melakukan akselerasi-akselerasi bisnis,” kata Frengky.
Sejumlah inovasi strategis dijalankan oleh LKM Rangkasbitung. Dalam hal ini, Frengky memberikan sejumlah contoh. Antara lain, dalam inovasi produk, ada layanan mobile bankers, tingkat bunga yang lebih kompetitif, dan lain-lain.
Contoh terobosan dalam bidang keuangan adalah adanya penguatan modal internal, mereduksi cost of fund, dan lain-lain.
Kemudian, Frengky menjelaskan bahwa LKM Rangkasbitung pun menjalankan inovasi berbasis SKA-25 (Solusi Komprehensif dan Adaptif) yang merupakan program yang sudah diduplikasi oleh BUMD lain. Dalam hal tersebut, LKM Rangkasbitung menggelar inovasi proses bisnis berupa early warning system dengan metode pemutakhiran data.
