Jakarta, TopBusiness – Kinerja apik bagi Badan Usaha Layanan Umum Daerah (BLUD) yang dilaksanakan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarutung, dan ini perlu menjadi contoh bagi BLUD se-Indonesia. Pasalnya, BLUD RSUD Tarutung ini tidak hanya sukses memberikan layanan prima kepada seluruh masyarakat di sekitar Tarutung, tapi RSUD Tipe B dengan fasilitas Tipe C tersebut mampu membangun manajemen perumahsakitan daerah yang patut menjadi kebangaan bagi daerah Tarutung sendiri bahkan se-Sumatera Utara.
Direktur Utama RSUD Tarutung dr Janri Aoyagie Nababan, MM, menyatakan bahwa pihaknya terus menyempurnakan pelayanan yang terbaik dalam rangka memberikan layanan umum terbaik sebagai BLUD di bidang Kesehatan.
Selain, lanjutnya membangun kesehatan prima bagi seluruh masyarakat. “Kami juga memberikan pertumbuhan perekonomian masyarakat di sekitar RSUD ini, banyak bertunbuh berbagai usaha di sekitar rumah sakit ini,” kata dr Janri dr Janri Aoyagie Nababan, MM kepada Dewan Juri TOP BUMD Awards 2023, melalui aplikasi zoom meeting, di Jakarta, hari ini.
Dijelaskan dia, untuk pelayanan yang prima RSUD juga memberikan insentif sebesar Rp 30 juta untuk 32 dokter spesialis agar mau tinggal di RSUD dan memberikan layanan bagi seluruh masyarakat.
Atas kinerja tata kelola nan apik ini, RSUD meraih berbagai penghargaan seperti:
1. Audit kinerja BLUD tahun 2022 dengan predikat Baik dalam kategori A.
2. Akreditasi paripurna bintang 5 tahun 2022 dengan komisi akreditasi rumah sakit (KARS).
3. Juara 2 lomba Inovasi Daerah Provinsi Sumatera Utara 2022, kategori perangkat daerah kabupaten/kota.
4. Penghargaan Hospital Award with HIPAS Innvation Service Program 2022 dari majalah penghargaan Indonesia.
Selanjutnya, keunggulan dan inovasi besutan RSUD Tarutung ini yang menjadikan benchmark yaitu HIPAS, terkait darah di RSUD ini selalu tersedia, maka dengan program HIPAS ini agar seluruh masyarakat terbangun budaya donor darah di RSUD Tarutung. Adapun harapan program HIPAS ini adalah mengajak masyarakat memilki tabungan darah tentunya jika ada keluarga yang mengalami sakit dan harus memerlukan darah, seiring keluarga pasien sudah memiliki tabungan darah di RSUD.
“Jadi akan sangat mudah bagi setiap keluarga jika mengalami permasalahan darah dan membangun budaya bagi seluruh masyarakat agar care akan donor darah ini secara rutin. Ini menjadi keunggulan bagi RSUD Tarurung,” ujar dr Janri Aoyagie Nababan, MM.
Dikatakan dr Janri Aoyagie Nababan, MM. Tahun 2019, RSUD punya misi menjadikan RSUD Tarutung menjadi pusat rujukan jantung, tetapi karena Covid maka RSUD turn arround ke pelayanan Covid dan menjadi rujukan Covid-19.
RSUD ini berhasil memberikan sumbangan besar setoran laba kepada pemegang saham Pemerintahan Kabupaten Tapanuli Utara dalam tahun buku 2021 berupa setoran PAD-nya Rp 4,5 miliar, sementara 2022 setoran PAD meningkat sebesar Rp 10 miliar.
Keunggulan lainya dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi pasien yang kurang mampu dan tidak memiliki akses layanan BPJS, serta akses asuransi, maka RSUD ini tetap memberikan layanan prima, dimana pada tahun 2018 sebanyak 94 orang pasien mendapatkan pengurangan biaya perawatan sebesar Rp 81.398 juta. 2019 sebesar Rp 72.338 juta sebanyak pasien 74 orang, dan 2020 sebesar Rp 97.701 juta sebanyak 45 orang pasien. Tahun 2021 sebesar Rp 79.442 juta dengan sebanyak pasien 32 orang, dan tahun 2022 sebesar Rp 169.050 juta dengan pasien sebanyak 79 orang.
Tak hanya itu saja, inovasi yang unggul besutan RSUD Tarutung telah membangun layanan online digital dengan aplikasi MALUMMA (Mendaftar antrean melalui mekanisme layanan andoid). Layanan digital ini bisa langsung diakses dengan aplikasi google playstore. “Tentunya dengan layanan online ini seluruh pasien tidak perlu antre di berbagai loket. Seluruh pasien sudah terlayani dengan pendaftaran online ini. Sudah tahu siapa dokternya, jam berapa harus diperiksa, dan nomer antrean pun sudah di dapat pula dengan pendaftaran online ini,” pungkas dr Janri Aoyagie Nababan, MM.
