Jakarta, TopBusiness – Perusahaan umum daerah air minum atau PUDAM Sumber Sejahtera Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur memacu kinerja keuangan, operasional dan layanan kepada pelanggan dengan penguatan pembentukan karakter para insan di dalamnya.
Manajemen meyakini bahwa pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik lantaran didorong dengan sistem manajemen sumber daya manusia yang terstruktur dan terukur atas dasar standar aturan berlaku.
Saat menjawab pertanyaan salah satu Dewan Juri TOP BUMD Awards 2024, Direktur PUDAM Sumber Sejahtera H. Sjobirin Hasan, SE, MBA menyinggung soal penguatan karakter insan perusahaan. Menurut dia, ketika dirinya bergabung di PUDAM Sumber Sejahtera mempunyai komitmen untuk meningkatkan kinerja masing-masing karyawan.
“Pertama saya datang memang sudah saya sampaikan bahwa ibaratnya yang harus disentuh pertama adalah SDM. Karena, SDM ini adalah pondasi dari perusahaan. Secanggih apa-pun saya memiliki infrastruktur, katakanlah saya punya mobil bagus tapi kalau SDM-nya tidak memiliki komitmen yang kuat, yang bagus untuk mengelola atau mengendarai mobil ini akan hancur. Ini analoginya,” kata Sjobirin, ketika sesi pendalaman atau tanya-jawab materi presentasi berjudul PUDAM SUMBER SEJAHTERA MENUJU KINERJA TERBAIK, secara online di Jakarta, Rabu (10/01/2024).
Lantas dia menjelaskan akan arti pentingnya sebuah karakter guna mengembangkan sebuah perusahaan dengan memperkenalkan good corporate governance (GCG). “Jadi pertama-tama saya sampaikan adalah saya harus menyentuh SDM,” tuturnya.
Makanya, dia melanjutkan, ketika dirinya mulai bergabung dengan PUDAM mulai dari pelatihan GCG. “GCG seperti apa? Saya minta dari kabag sampai sekuriti, saya bentuk tim. Pelatihannya mungkin satu mingguan. Jadi saya bagi beberapa kelas. Kelas ini ada sekuriti, ada staf, kasubag, dan kabag. Jadi setiap kelasnya selalu ada perwakilan dari setiap bagian. Misalnya terjadi FGD (focus group discussion), mereka bisa saling menggali seperti menyelesaikan suatu permasalahan di satu tim. Alhamdulillah itu berjalan,” papar Sjobirin.
Sejatinya apa yang dilakukan Sjobirin tak terlepas dari pengalaman diri saat memimpin perusahaan air minum di Bengkulu. Dengan begitu diharapkan terwujud suatu bangunan karakter yang diharapkan dan pada gilirannya dapat mengembangkan perusahaan dan mampu menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan.
Menurut Sjobirin, saat pelatihan GCG dengan nuansa militer muncul pertanyaan dari masing-masing karyawan, tapi hal tersebut terjawab dengan hasil yang didapat setelah pelatihan berakhir.
“Selama di Bengkulu character building yang diselenggarakan memang ada unsur militernya. Karena saya ingin menggali leadership, kedisiplinan kemudian integritas dan sebagainya. Waktu berangkat mereka tidak paham akan mendapatkan pelatihan seperti itu. Berpikirnya mau pelatihan, tidur di hotel, seperti itu. Begitu turun, rombongan datang, sampai langsung diminta berbaris. Mereka ‘kan kaget. Lho ini akan mau diapakan saya? Saya bersyukurnya teman-teman welcome, teman-teman appreciate ketika pelatihan selesai mereka baru merasa puas,” kata dia.
Dirinya mengakui bahwa saat memulai untuk bertugas di PUDAM ada resistensi. Tapi, hal itu bukanlah sesuatu yang signifikan. “Kalau masalah resistensi itu pasti ada, karena setiap pribadi atau pimpinan pasti akan membawa karakter tersendiri. Dan karyawan pun pasti demikian. Dalam artian karyawan dalam sekian tahun ini berkembang dengan kepemimpinan yang ada dan saya tumbuh dengan suasana kerja yang juga berbeda. Ketika saya masuk ke situ adalah upaya adaptasi. Saya beradaptasi dengan SDM yang ada dan SDM juga beradaptasi dengan karakter yang mungkin baru, saya bawa. Alhamdulillah dalam tahun 2023 yang sifatnya seperti permasalahan berat, saya tidak melihat itu,” ujar dia.
